“Marijo Ba Kobong” Bank Indonesia Telah Mensupport Kegiatan GNPIP 2024 Panen Perdana, Sualang: Bersyukur dan Bangga Serta Apresiasi, Semoga Bersinergi, Berkelanjutan Dengan Dinas Pertanian Kota Manado

oleh -1893 Dilihat
oleh

Hariansulutnews.com,MANADO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) dan Dinas Pertanian Pemerintah Kota Manado, melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2024 dan program Marijo Bakobong kembali menjalankan serangkaian program pemenuhan pasokan bawang merah, cabai rawit/rica, dan tomat (barito) terutama di Kota Manado.

Kegiatan panen perdana bawang merah pertanian pondok pesantren Darul Istiqamah Manado yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Pemkot Manado, pada hari Selasa, 9 Januari 2024 pukul 10:00 pagi hari kompleks RPH loreng, Kelurahan Bailang, Kota Manado.

Kebutuhan barito di Wilayah Kota Manado ini memang sangat diminati warga Kota Manado apalagi pada bulan Desember ini, kebutuhan cukup meningkatkan karena banyak acara-acara dan kebutuhan rumah tangga, apalagi di Kota Manado tidak heran jika Barito juga sebagai salah satu kebutuhan yang diprioritas oleh masyarakat Manado karena sudah sangat melekat seperti peribahasa “kalu nda ada Barito nda sadap mo makang”.

Sambutan dari Bank Indonesia BPK Andry Pramuko beliau mengatakan dengan adanya kegiatan penen bawang merah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, ini awal yang baik untuk kegiatan tanam bawang merah supaya kita bisa menghasilkan produk yang baik dan menunjang produktivitas didalam Kota Manado, beliau juga ingin mensupport hal ini,”tutur Andry.

Sambutan juga disampaikan oleh Wakil Walikota Bapak Ricard Sualang Pemerintah Kota Manado bersyukur dan berbangga karena Bank Indonesia telah mensupport kegiatan panen perdana, dan pertanian melalui petani perkotaan, beliau juga sangat mengapresiasi pesantren Istiqomah, dengan adanya kegiatan ini semoga ini berlanjut terus dan sinergitas degan Pemerintah Kota Manado, dan semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua,

Petani pun diminta menjaga pasokan bagi Kota Manado. “Petani tampaknya sudah memiliki jaringan dagang antar Kabupaten. Mungkin harga di daerah lain lebih mahal. Tapi, kami minta mereka memprioritaskan pasokan Daerah Kota Manado.

Ditutup dengan foto bersama dengan Pak Ustadz Istiqamah, Camat, Kadis Pertanian dan Pak Wakil Walikota.

 

Fikri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.