Bukan Main, 2 Admin SPBU Sario Duga Mark Up Harga Solar Subsidi

oleh -1209 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Bukan main SPBU Sario seakan tak pernah lepas dari sorotan warga Setelah viral beberapa waktu lalu dengan membiarkan para supir truk memegang nozzle, padahal SPBU tersebut tidak melayani self service.

Kali ini SPBU yang berdekatan dengan Polda Sulut ini dihebohkan dengan adanya isu penjualan solar subsidi yang tak sesuai harga. Dari informasi yang diperoleh wartawan, solar subsidi di SPBU Sario Manado dijual dengan harga Rp 7.600 perliternya.

Lebih anehnya lagi permainan harga solar subsidi ini tidak dilakukan oleh para operator yang seharusnya bertugas memegang nozzle.

“Bukan operator yang menjual solar di SPBU Sario. Tapi ada dua admin yang melakukan penjualan,” kata sumber terpercaya tersebut. Dikatakan sumber kedua admin tersebut berinisial AW dan ML, keduanya juga diduga bekerjasama dengan para mafia solar yang ada di Manado dan mempunyai barcode siluman atau barcode kendaraan lain yang di foto lalu di scan saat akan melakukan pengisian solar subsidi.

“Setiap harinya 8000 liter yang masuk ke SPBU Sario selalu habis. Tapi bukan dijual ke masyarakat, mereka menjualnya ke mafia solar, bahkan yang biasanya solar baru habis hingga sore sampai malam ini 3 jam saja sudah ludes” tegas dia.

Tak hanya itu, kedua oknum admin di SPBU Sario ini pun tak mengizinkan operator lainnya melakukan penjualan solar subsidi. “Operator lain tak bisa jual solar. Mereka tak izinkan untuk melakukan penjualan,” bebernya.

“Karena harga Rp 7.600 tersebut hanya ditentukan dua orang admin ini,” ungkap sumber. Sang sumber juga membeberkan kedua admin tersebut menerima keuntungan puluhan juta dari mark up harga solar subsidi tersebut.

“Dari 8000 liter stok solar yang masuk ke Sario, hanya sekitar 1000 liter yang dijual ke masyarakat, sisanya dijual ke para mafia solar,” tegas dia.

Sementara itu, Penanggung Jawab SPBU Sario Syanne Lasut saat dikonfirmasi via telepon membantah kabar tersebut. “Tidak benar itu. Kita jual sesuai harga yakni Rp 6.800 perliternya,” tegas dia.

Terkait dua oknum admin yang melakukan penjualan, Syanne juga membantah kabar tersebut. “Bukan admin pak. Tapi operator yang jual, karena admin tak boleh melakukan penjualan,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu saat dikonfirmasi mengatakan baru mendengar hal tersebut. “Saya baru tahu. Tapi kita tetap akan lakukan penyelidikan,” tegas dia.

“Nanti saya minta tim untuk lakukan penyelidikan terkait informasi tersebut” tutup Sitepu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.