Wapres Ma’ruf Amin Beri Penghargaan UHC Kepada Bupati Talaud Elly Lasut, BPJS Kesehatan Catat Sejarah Baru

oleh -984 Dilihat
oleh

HSN,JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, memberikan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kepada para kepala daerah dari 33 provinsi dan 460 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil mencapai target UHC dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan ini diberikan dalam acara UHC Awards sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Daerah dalam memastikan seluruh penduduknya terdaftar dalam Program JKN, Kamis (8/8/2024).

Satu diantara penerima penghargaan ini adalah Bupati Talaud, dr. Elly Engelbert Lasut, ME.

Penghargaan ini adalah apresiasi dengan kategori tokoh Daerah dan Penghargaan ini dipersembahkan untuk tokoh Daerah dengan program program kreatif yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan diberikan kepada Dr. Elly Engelbert Lasut dengan pola pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Pemerintah Daerah yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung Program JKN.

 

“Pencapaian UHC diberbagai Daerah ini membuktikan komitmen negara dalam memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ma’ruf Amin.

Tak hanya mendapatkan apresiasi dari dalam negeri, Indonesia juga mendapat pengakuan internasional dari International Social Security Association (ISSA).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden ISSA, Mohammed Azman, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai UHC, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di kancah global sebagai negara yang serius dalam perlindungan jaminan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah atas kesuksesan Program JKN.

Ghufron menjelaskan bahwa capaian UHC di berbagai daerah merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program JKN.

“Per 1 Agustus 2024, kepesertaan JKN telah mencapai 276.520.647 jiwa atau 98,15 persen dari total penduduk Indonesia. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang memastikan seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan,” jelas Ghufron.

Di Kabupaten Kepulauan Talaud, misalnya, capaian peserta JKN per 1 Agustus 2024 mencapai 99,85% dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 77,17%.

Untuk mendukung akses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 23.205 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.129 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Selain itu, BPJS Kesehatan juga berupaya menjangkau masyarakat di daerah terpencil melalui kerja sama dengan rumah sakit terapung.

Ghufron juga mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan terus mencatat pertumbuhan signifikan.

“Pada tahun 2023, BPJS Kesehatan menerima iuran sebesar Rp151,7 triliun dengan kolektibilitas mencapai 98,62%. Pada tahun yang sama, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp34,7 triliun untuk membiayai 29,7 juta kasus penyakit berbiaya katastropik,” terang Ghufron.

Untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan peserta, BPJS Kesehatan telah meluncurkan berbagai inovasi, salah satunya adalah Aplikasi Mobile JKN.

Aplikasi ini memudahkan peserta mengakses layanan administrasi dan fasilitas kesehatan, termasuk fitur Antrean Online yang memungkinkan peserta mengambil nomor antrean secara praktis.

“Dengan fitur i-Care JKN, peserta dan dokter dapat dengan mudah mengetahui riwayat kunjungan dan tindakan medis yang telah dilakukan, sehingga dokter dapat memberikan perawatan yang lebih tepat,” ujar Ghufron.

Selain itu, BPJS Kesehatan kembali mencatat prestasi dengan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut, menandakan konsistensi dalam tata kelola yang baik dan akuntabilitas tinggi.

Mengelola jaminan kesehatan bagi ratusan juta jiwa bukanlah tugas mudah, namun dengan Program JKN, kualitas hidup masyarakat Indonesia diharapkan terus meningkat.

Ghufron mengajak seluruh kepala daerah untuk mendaftarkan seluruh warganya sebagai peserta JKN dan bagi yang sudah meraih predikat UHC, agar mempertahankannya.

“Program JKN adalah wujud dari gotong royong seluruh rakyat Indonesia. Dengan bergandengan tangan, kita memastikan tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan,” tutup Ghufron. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.