HarianSulutNews,MANADO – Di Kawasan Megamall Manado adalah salah satu tempat dijadikan Wisata Kuliner Ramadhan (WKR) yang punya daya tarik bagi siapa saja yang berkunjung, dibuka sejak 28 Februari hingga 28 Maret 2025. Jumat, (07/03/2025).
Inilah pemandangan terdapat sedikitnya 33 tenan yang menyajikan beragam kuliner dari berbagai Daerah di Indonesia, mulai dari Masakan Padang, Masakan Lamongan, pempek, es pisang ijo, rawon, kue basah, amanda brownis dan es teller. Ada juga mie ayam, sate ayam Madura, siomay, batagor hingga bakso dan minuman kekinian.
Sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia ambil bagian dalam event itu antara lain Kuliner Nusantara, Daenggu, ZR King, RM Tanjung Jaya, Kedai mercon Puri, Dia Snacking dan Smoothies.
Gerakkan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Manado. Hal ini terlihat dari omzet yang mencapai puluhan hingga ratusan juta selama pelaksanaan WKR ini.
“Setiap tenant UMKM pada Wisata Kuliner Ramadhan 2025 kali ini memiliki 100 hingga 170 transaksi setiap hari. Jika 100 transaksi dan rata-rata makanan yang mereka jual 20 ribu, maka dalam sehari omzetnya dua juta rupiah. Itu berarti dalam sebulan omzetnya mencapai 60 juta rupiah,” kata Linda Setiawati, owner De Gendis yang menjadi Event Organizer WKR ini.
Linda mengatakan, ada tenant yang transaksinya mencapai 170 setiap harianya. Harganya juga ada yang mencapai Rp. 30.000 sehingga omzet setiap harinya bisa mencapai lebih dari lima juta atau 150 juta selama 30 hari pelaksanaan WKR ini.

Harga yang terjangkau dengan variasi makanan maupun minuman yang beragam, menjadikan lokasi ini selalu ramai dikunjungi. Menurut Linda, pengunjung sudah ramai sejak hari pertama.
WKR digelar di dua tempat, yakni di lapangan parkir Megamall dan juga di lapangan basket Megamas Manado. Jumlah tenant pada WKR di Lapangan Parkir Megamall 33 UMKM sedangkan di lapangan basket 30 UMKM sehingga total pada dua lokasi sebanyak 63 UMKM.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara ikut menjadi penyelenggara kegiatan ini. UMKM binaan Bank Indonesia Sulut juga ambil bagian. UMKM yang ikut serta adalah Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) dari angkatan 2020 sampai 2025.
Diketahui, Bank Indonesia Sulut mempunyai program pembinaan kepada wirausaha yang kini dinamakan Wanua, selain pembinaan kepada petani yakni Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua). Para Wanua ini ditargetkan transaksi harian Rp. 1,3 juta rupiah.
Untuk memudahkan dan memberikan pilihan metode pembayaran, setiap tenant sudah tersedia QRIS. Di mana hal ini juga untuk mendukung program Bank Indonesia dalam meningkatkan volume transaksi di Sulawesi Utara.
Selain memasalkan penggunaan QRIS, Bank Indonesia Sulut juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan sosialisasi Cinta Bangga Paham atau CBP Rupiah. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat agar memperlakukan uang rupiah dengan baik. (ndy)






