HSN,MANADO – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Joko Supratikto mengatakan investasi sebesar 1,43% pada triwulan II 2025, maka perlu dilakukan penambahan cakupan proyek dan diversifikasi sektor investasi.
“Identifikasi yang kami sebutkan sebelumnya juga sejalan dengan arah pengembangan ekonomi Wilayah Sulampua di RPJMN 2025 – 2029,” ujarnya.
Selanjutnya, pembangunan diarahkan untuk penguatan industri pengolahan, pengembangan kawasan dan hilirisasi serta konektivitas antar wilayah. Posisi Sulut yang sentral sejalan dengan fokus utama sebagai Gerbang Perdagangan Asia Timur dan Pasifik, serta Pusat Pengolahan Hasil Perikanan dan Destinasi Pariwisata.
Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut, Bank Indonesia mendukung Pemerintah Daerah melalui DPMPTSP dan dinas terkait lainnya guna mempercepat realisasi investasi melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO) ke berbagai investor strategis di dunia internasional.
“Upaya yang kami lakukan melalui program RIRU telah berjalan untuk beberapa proyek yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulut. Dalam hal substansi, kami memfasilitasi penguatan analisa proyek dalam bentuk prospektus, proyeksi keuangan, pembuatan video publikasi, dan studi visit untuk berbagai proyek strategis, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bitung, Danau Linow, dan Refuse Derived Fuel (RDF) Bolmong,” sebutnya.
Diketahui, untuk promosi investasi, BI telah membawa KEK Likupang ke Australia, Jakarta, dan Kuwait pada tahun 2024, serta mempertemukan RDF Bolmong bersama 15 investor tanggal 7 April 2025 dan 7 investor tanggal 12 Mei 2025 pada kegiatan Osaka World Expo. Pada 2025, KPwBI Provinsi Sulut terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut.
Lebih lanjut, BI bersama DPMPTSP kembali mengadakan North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) pada 2025 guna meningkatkan kemampuan teknis ASN berbagai dinas yang relevan untuk mempercepat realisasi investasi di Sulut. Pada tahun ini, terdapat 4 (empat) proyek strategis yang telah masuk final, di mana 1 berasal dari Provinsi dan 3 Kabupaten/Kota yaitu pelabuhan Perikanan Talaud oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Kawasan Industri Perikanan oleh Kabupaten Kepulauan Sangihe, infrastruktur Kesehatan oleh Kota Kotamobagu dan angkutan Umum Masal Buy-The-Service (BTS) oleh Kota Manado.






