HSN,MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus secara resmi mengukuhkan 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulut 2025.
Diantara mereka, tiga putra – putri terbaik Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Shyren Amelia Abas, Mu’ammar Rafidan Van Gobel, dan Muhammad Fatan Sabu diterima dengan gemuruh tepuk tangan.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa para anggota Paskibraka telah menjalani pelatihan intensif sejak 5 Agustus untuk membentuk sikap, ucapan, dan tindakan yang mencerminkan martabat bangsa.
“Saya bangga pada semangat, disiplin, dan solidaritas kalian. Tampillah prima saat pengibaran Sang Saka Merah Putih nanti,” pesannya di hadapan Forkopimda Sulut, orang tua anggota, dan Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid.

Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid, secara khusus menyampaikan apresiasi pada trio asal Bolsel. Ia menekankan pentingnya menanamkan jiwa Pancasila agar mereka menjadi teladan generasi muda.
“Kerja keras kalian membuktikan bahwa pemuda Bolsel mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujarnya, seraya mendoakan kelancaran tugas mereka hingga 17 Agustus mendatang.
Gubernur Yulius juga berpesan agar para Paskibraka menjaga kekompakan dan kesehatan. “Kehormatan kita dipertaruhkan pada upacara 17 Agustus,” tegasnya.
Ia bahkan menjanjikan dukungan lanjutan untuk cita – cita anggota Paskibraka, termasuk bagi yang ingin masuk TNI, Polri, atau IPDN: “Kami akan pusatkan kembali dan berikan yang terbaik”.
Trio Bolsel yang seluruhnya berasal dari SMA 1 Bolaang Uki ini sebelumnya lolos seleksi ketat dari ribuan pelajar se-Sulut. Shyren Amelia Abas bahkan sempat menjadi sorotan media lokal karena prestasinya menembus Paskibraka tingkat Provinsi.

Proses pelatihan fisik dan mental mereka difasilitasi Pemprov Sulut sebagai bagian dari program pembangunan generasi muda.
Acara pengukuhan dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sulut Dr. Victor Mailangkay SH, Kapolda Sulut, serta jajaran Forkopimda. Momentum ini menjadi puncak dari komitmen Gubernur Yulius sejak Meilalu, ketika ia secara langsung memotivasi peserta seleksi calon Paskibraka.
Harapan besar disematkan pada ketiga siswa Bolsel. Sebagai duta daerah, mereka diingatkan untuk mengedepankan nilai-nilai kebangsaan. “Mereka bukan sekadar pengibar bendera, melainkan simbol persatuan yang akan menginspirasi pemuda lain,” pungkas Deddy Abdul Hamid.
Dengan pengukuhan resmi ini, Shyren, Mu’ammar, dan Fatan siap mengibarkan Merah Putih di Hari Kemerdekaan ke-80 RI. Langkah mereka mengukir sejarah: menjadi kontingen pertama dari SMA 1 Bolaang Uki yang mengharumkan nama Bolsel di kancah Provinsi. (*/red)






