HSN,MANADO – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang dihadiri para pemangku kepentingan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadi ruang strategis untuk menyampaikan kebijakan pemerintah ke depan. Berbagai pandangan yang diungkap dan dijabarkan menjadi acuan penting untuk menuju ekonomi yang menyentuh kesejahteraan rakyat.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Fransiscus Manumpil mengurai secara optimistis target makro daerah Provinsi Sulut pada tahun 2026, di mana pertumbuhan ekonomi, kokoh berada pada rentang angka 6,05 – 7,05 persen.
Selanjutnya untuk inflasi, diyakini dapat dikendalikan di angka 3 persen ±1 persen. Diikuti dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang dapat ditekan sampai pada kisaran 5,53 – 4,86 persen.
“Angka Kemiskinan dapat diturunkan sampai pada 5,82 – 5,42 persen. Demikian juga dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga pada angka 77,06. Selanjutnya, Rasio Gini pada kondisi yang baik yaitu di angka 0,338 – 0,351,” jelas Manumpil.
Ke depan, capaian angka tersebut dapat terealisasi dengan tetap saling bersinergi, saling mendukung serta menjaga kebersamaan dan persaudaraan demi pencapaian gemilang di masa-masa mendatang.
“Semua target dan pencapaian kinerja ekonomi secara makro, muaranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” tandasnya.
Selain itu, untuk pembangunan di tahun 2026 nanti, Pemprov Sulut telah menetapkan program-program prioritas, antara lain, pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM, pengembangan pariwisata dan budaya berbasis kearifan lokal serta peningkatan ekonomi dan investasi daerah.
Atas nama Pemprov Sulut, Manumpil merespon positif pelaksanaan PTBI 2025, yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulut, yang selama ini menunjukkan kerja sama yang baik dan mendukung pelaksanaan pembangunan daerah khususnya pada sektor ekonomi.
Dia berharap, pertemuan ini dapat dimaknai sebagai titik evaluasi dan refleksi oleh segenap jajaran KPw BI Sulut beserta seluruh mitra pembangunan di daerah.
“Tujuannya adalah untuk perbaikan dalam lingkup internal, sekaligus meningkatkan hal-hal yang dirasa belum maksimal agar ke depannya dapat optimal,” tukasnya.
Dia juga mengharapkan segenap komponen pembangunan sektor ekonomi di Sulut mampu memanfaatkan PTBI 2025 sebagai kesempatan memperkokoh tekad dan komitmen untuk senantiasa memberi dukungan terhadap pembangunan di Sulut.
Dalam menghadapi era persaingan global, Manumpil menyatakan bahwa Pemprov Sulut berupaya untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi. Di mana hingga triwulan III tahun 2025, berada di angka 5,39 persen.






