HSN,SITARO – Tanggap darurat, gerak cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menanggapi bencana banjir bandang di Kabupaten Siau.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di Siau. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ujar gubernur Yulius.
Gubernur Yulius langsung bergerak cepat (Gercep) bantu solusi penanganan pasca banjir bandang. Ia menegaskan bahwa Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.
“Pemerintah Provinsi akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau. Koordinasi dengan Pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kita semua berharap cuaca segera kembali normal,” tegas Gubernur Yulius.
Gubernur Yulius memerintahkan jajaran terkait di Pemprov Sulut untuk segera memberikan bantuan Alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Upaya penanganan darurat terus berlangsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Bencana yang dipicu hujan deras berintensitas tinggi selama kurang lebih 5 jam tanpa henti mengguyur wilayah Sitaro, Aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga. Akibatnya 13 orang meninggal, 3 hilang dan belasan warga luka luka.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.
Ini Nama- nama korban meninggal, hilang dan luka- luka:
1 Data korban yang Meninggal Dunia
– Juanita Erlina Bangsa 21 Tahun
– El Kamanangan 4 Tahun
– Rakmon Bangsa
– Joan Bangsa 20 Tahun
– Florensi Bawonte 72 Tahun
– Santi Diamanis 34 Tahun
-Alexius Olongsongke
-Silvia Pamondolang
-Kananta Kairi Kansil 2 bulan
-Swingli Dalending
-Yance Tamalonggehe
– Fardelin Tamalonggehe
– Desi Modea
2:Data korban yang mengalami Luka – Luka
– Marlis Sanggili 27 Tahun
– Fatmawati Kamurahang 54 Tahun
– Yosiro Asarya Sanggili 3 Tahun
– Ledy Sasela 20 Tahun
– Novin Tonggengbio 43 Tahun
– Yulita Damalang 36 Tahun
– Deiby Kamanangan 40 Tahun
– Dorkas Mudea 74 Tahun
– Flona Ambar 65 Tahun
– Oktavianus Dumalang 61 Tahun
– Claudio Bangsa 24 Tahun
– Adolfince Pandaeng 57 Tahun
– Ronal Kansil 53 Tahun
– Indo Januardy Kansil 24 Tahun
– Dea Pianaung 11 Tahun
– Eferhart Sangkilang 56 Tahun
– Sumiarti Lukas 58 Tahun
Sementara untuk 3 warga yang hilang masih dalam pencarian unsur TNI, Polri dan masyarakat setempat. (ndy)






