HSN,MINSEL – Sesuatu yang dulu kerap dianggap limbah kini menjelma menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Sabut kelapa dari Desa Kapitu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, berhasil menembus pasar internasional dan dikirim hingga ke Guangzhou, China. Keberhasilan ini mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, yang melakukan kunjungan kerja ke lokasi pengolahan. Senin, (05/05/2026) mewakili Gubernur Yulius Selvanus.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa potensi ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada wilayah perkotaan, tetapi juga tumbuh dari kreativitas dan kerja keras masyarakat desa. Dalam kunjungannya, Mailangkay mengaku terkesan dengan transformasi sabut kelapa yang kini memiliki nilai jual tinggi. Ia menyaksikan langsung bagaimana bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini diolah menjadi produk ekspor.
“Dari tempat ini, dua kontainer sabut kelapa telah diberangkatkan menuju Guangzhou. Ini sesuatu yang patut kita banggakan,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari inovasi dan ketekunan masyarakat yang mampu melihat peluang dari potensi lokal.
Mailangkay menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya soal perdagangan, melainkan gambaran nyata perjuangan masyarakat desa dalam meningkatkan taraf ekonomi. “Ini bukan hanya tentang ekspor, tapi tentang kerja keras, proses panjang, dan harapan yang mulai terwujud,” katanya.
Menurutnya, kekuatan utama Sulawesi Utara justru berada di desa-desa yang terus berkembang. Potensi sumber daya alam yang selama ini kurang diperhatikan, jika dikelola dengan baik, mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.
Diakhir kunjungan, Mailangkay berharap keberhasilan Desa Kapitu dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggali potensi serupa. Ia meyakini masih banyak peluang tersembunyi di berbagai desa yang belum tergarap maksimal.
“Kekuatan Sulawesi Utara ada di desa-desa, pada masyarakat yang terus berusaha dan tidak berhenti berinovasi. Semoga akan lahir lebih banyak kisah sukses seperti ini,” tutupnya.
Keberhasilan ekspor sabut kelapa ini menjadi contoh nyata sinergi antara potensi alam, kreativitas masyarakat, dan dukungan pemerintah dalam membuka akses ke pasar global. (*)






