Gubernur Yulius Selvanus Tantang Maut Demi Rakyat: Respons Heroik Pasca Banjir Bandang Siau yang Menelan 16 Jiwa

oleh -990 Dilihat
oleh

HSN,SITARO – 7 Januari 2026 – Duka mendalam menyelimuti Pulau Siau  setelah banjir bandang mematikan menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Senin dini hari (5/1/2026), menewaskan 16 orang, menyisakan tiga orang hilang, dan membuat ratusan warga mengungsi.

Ditengah kehancuran tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus muncul sebagai sosok  yang berada di garis depan, melakukan kunjungan lapangan yang penuh risiko sejak Selasa (6/1/2026) dan baru kembali ke Manado pada pagi hari ini.

Dipicu hujan deras berintensitas tinggi,  bencana meluluhlantakkan empat kecamatan utama: Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Lebih dari 120 rumah rusak berat, akses jalan terputus total, serta jaringan listrik dan telekomunikasi lumpuh seluruhnya, terutama di Kelurahan Bahu dan desa-desa sekitarnya.

Pemerintah daerah telah menetapkan  status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 18 Januari 2026, memfasilitasi mobilisasi sumber daya nasional untuk mempercepat  proses pemulihan. Jumlah korban yang terdampak mencapai 37 orang, termasuk 18 luka-luka.

Dalam kunjungannya, Gubernur Yulius  harus menghadapi cuaca buruk, hujan lebat disertai angin kencang yang membuat perjalanan disebutnya sebagai “menantang maut”. Namun upaya  tersebut membuahkan hasil konkret: akses jalan yang terputus akibat longsor di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, berhasil dibuka kembali setelah alat berat dikerahkan.

Proses pembukaan jalan tidak hanya  memperlancar distribusi bantuan logistik, tetapi juga mendukung tim pencarian korban serta pembersihan material batuan dan lumpur yang menumpuk.

“Sebagai pemimpin, saya harus hadir di garis  depan. Kami menantang maut dem i rakyat kita. Puji Tuhan, semua terlaksana  dengan baik,” ucap Gubernur Yulius saat mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, disambut hangat oleh istrinya, Ibu Anik Wandriani yang juga menjabat Ketua TP PKK Sulut.

Untuk memperkuat respons pemulihan,  Pemerintah Provinsi Sulut akan mengirimkan tambahan alat berat satu unit ekskavator dan satu unit wheel loader dari Pelabuhan Bitung ke wilayah terdampak.

Langkah ini sejalan dengan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengirimkan alat berat untuk membersihkan puing dan memperbaiki infrastruktur.

Selain itu, TNI AL juga turut bergotong  royong membantu masyarakat, menunjukkan solidaritas yang erat antar instansi.

“Saya melihat  langsung duka dan perjuangan masyarakat di Siau. Mereka tidak sendiri; pemerintah akan terus hadir  sampai kondisi benar-benar pulih,” tegas Gubernur Yulius.

Tanpa istirahat panjang setelah tiba di Manado, gubernur langsung menggelar rapat terbatas bersama jajaran Pemerintahan Provinsi di ruang VIP bandara. Agenda utama mencakup penyusunan rencana kerja lanjutan, termasuk percepatan pemulihan infrastruktur dan persiapan kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri yang dijadwalkan tiba di Pulau Siau pada. Kamis, (8/1/2026).

Bencana ini menjadi pengingat akan kerentanan Wilayah kepulauan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem, sementara kepemimpinan Gubernur Yulius membuktikan bahwa solidaritas bersama menjadi kunci untuk bangkit kembali dari tragedi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.