HARIAN SULUT NEWS, MINUT – Puncak acara HUT Desa Kaima ke-256 Selasa, (28/04/2026) berlangsung meriah lengkap dengan pagelaran budaya Tari Kabasaran, Tari Lili Ryor dan Tari Katreli.
Seluruh rangkaian acara dibuka dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Sinode GMIM Bidang Kaum Ibu dan Lansia Pdt. Jefry Saisab M.Th.

Putra Desa terbaik yang juga Bupati Minut DR. Joune Ganda S.E, MM, MAP, M.Si yang hadir dalam persyaan HUT tersebut mengaku bersyukur dan bangga atas anugerah yang diberikan Tuhan atas HUT desanya.

Bupati Joune Ganda dalam sambutannya mengatakan, “Saya ingin gambarkan betapa masyarakat begitu bersukacita dan bersyukur dengan peringatan HUT. Semua bertemu di acara ini semua senang sambil meluapkan kegembiraan dan sukacita,” ujar Bupati Joune Ganda.

Lanjut dikatakannya, dalam waktu dekat akan diadakan pilhut, segala sesuatu sedang dipersiapkan untuk pesta demokrasi tingkat desa.
“Saya ingatkan jangan karena Pilhut nanti kita terpecah belah, mari tetap jaga rasa persaudaraan seperti pada saat ini. Saya yakin kebersamaan yang dipelihara akan mendatangkan berkat bagi masyarakat Desa Kaima,” tutup Joune Ganda seraya mengucapkan selamat HUT Desa Kaima yang ke-256 tahun.

Terpisah, dalam laporannya, Ketua Umum Panitia Wiliam Kopalit menyampaikan bahwa kegiatan HUT Desa, kepanitiaannya dipercayakan kepada Rukun Kariata yang ada di desa melalui SK Pjb. Hukum Tua Kaima Sesca Vanda Koropit S.Kes., M.Kes.
“Kegiatan ini menjadi program kerja tahunan yang akan dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan utama memupuk kebersamaan dan memperkenalkan destinasi wisata, seperti rumah tua, waruga, dan Klewer yaitu wilayah perkebunan yang berlatar belakang Gunung Klabat.

Sebelum puncak perayaan syukur hari ini, telah dilaksanakan 22 jenis kegiatan olahraga tradisional dan seni budaya yang dimulai pada bulan Februari yang lalu,” terang Kopalit.
Sementara itu, Pjb. Hukum Tua saat membaca sejarah desa mengatakan, Desa Kaima didirikan sekitar tahun 1700, namun oleh tua-tua di desa masih akan dimatangkan lewat fakta-fakta sejarah desa.
“Untuk sementara, disepakati HUT Desa jatuh pada tanggal 8 April, namun ada beberapa fakta sejarah yang akan ditetapkan kemudian melalui pertemuan tokoh masyarakat, agama, dan tokoh adat pada Kamis, (30/04/2026) untuk kembali menentukan tanggal dan tahun pasti karena ada beberapa fakta yang harus dicocokkan lagi,” jelas Koropit.
Disela ibadah syukur, Bupati, Camat, Tokoh Agama, Kapolsek Kauditan, Danramil 1310-05 Kauditan dan undangan memasang dan meniup lilin sebagai tanda syukur perayaan, yang dilanjutkan dengan minum saguer di tabung bambu(Soke/tetoden). (Rubby Worek)






