HSN, MANADO – Guna memberikan penguatan kapasitas terkait dengan pemberitaan Pilkada 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar pelatihan jurnalistik terhadap Ketua Divisi Parmas, Kasubag, Operator, Staf Kabupaten/Kota KPU Sulut Kamis (22:08/2024) di GKIC Kota Manado.
Hal ini dikatakan Ketua KPU Sulut Kenly Poluan saat membuka kegiatan tersebut.
“Penguatan kapasitas terkait dengan pemberitaan Pilkada di internal Satker harus dilakukan untuk memberi penguatan terhadap pemberitaan Pilkada. Mudah-mudahan pelatihan atau penguatan kapasitas terhadap teman-teman Ketua devisi parmas kabupaten kota dan kasubag serta operatar atau staf yang di tunjuk untuk mengelolah sistem pemberitaan di kabupaten kota masing-masing itu bisa mendapatkan informasi satu perspektif yang sama terkait dengan bagaimana kita melakukan pengelolaan pemberitaan dan mengelola sistem media kita baik website,media sosial dan media stakholder agar supaya bisa di tata semakin bagus atau lebih rapi.”jelas Poluan.
Pelatihan Jurnalistik ini, mbuhnya, termasuk bagaimana melakukan multiplikasi terhadap semua produk informasi
“Pelatihan Ini tidak saja bermanfaaat bagi teman-teman adhoc kita tetapi juga bisa secara terintegrasi dengan sistem komunikasi atau pemberitaan yang dilakukan elemen tertentu.”jelasnya seraya juga menyampaikan, saat ini media sedang melakukan pengumuman-pengumuman.
“Untuk media sosial teman-teman yang muda-muda tentunya terutama untuk bisa membagikan informasi. Karena saya meyakini bahwa kekuatan pemberitaan komunikasi yang terintegrasi itu muaranya harus kepada kemampuan kita mengelola media sosial termasuk melakukan interaksi kita dengan para penggiat media sosial.”ungkapnya
Dirinya berharap agar kalau ada kritikan di website ataupun di akun media sosial harus di respon sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam sistem penyelenggaraan teknis pemilu.
“Kita jawab saja karena kalau kita tidak jawab terkesan kita tidak tahu atau terkesan dilakukan suatu pembiaran padahal semua pertanyaan yang akan ditanyakan oleh publik dalam sistem informasi kita pasti ada jawabannya.”pungkas Poluan.(***)






