Dishub Kota Manado Sosialisasikan Bayar Parkir Digital dengan Metode Cashless berbasis QRIS

oleh -1241 Dilihat
oleh

MANADO,Hariansulutnews.com, – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado mensosialisasikan bayar parkir melalui aplikasi digital, Jumat (28/10/2022)

Keplala Dinas Perhubungan Kota Manado melalui Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana, Less Tulenan mengatakan, bidang teknis dari Dinas Perhubungan Kota Manado telah melakukan langkah awal berupa uji coba.

“Langka awal dari kami (Dishub) dalam uji coba parkir yang berbasis digital ini, untuk sementara masih pendataan juru padkir (Jukir) yang nantinya akan kami rekrut,” ucap Kasie Tulenan.

Ada beberapa titik lokasi uji coba yang sekarang ini, dilakukan oleh Dishub Kota Manado di antaranya, jalan walanda Maramis, Dotu Lolong Lasut, Sisinga Mangaraja dan jalan Panjaitan, tambahnya.

Sementara di tempat yang sama selaku pengelola dari pihak ketiga aplikasi digital PARKEE, Hendri Kansil katakan, rencananya tempat parkir yang ada di area Taman Kesatuan Bangsa (TKB) sistem parkirnya akan berubah ke digitalisasi.

“Nantinya tanggal 1 November ini, sistem parkir yang ada di kawasan TKB akan beralih ke digitalisasi dengan metode pembayaran Cashless yang berbasis QRIS. Jadi pembayaran sudah tidak manual agar pengunjung parkir bisa bayar melalui mobil banking, ovo, DANA, GoPay, TCash dan pembayaran digital lainya.,” Jelasnya

Sementara untuk juru parkir yang sudah bekerjasama di wajibkan mempunyai handpone untuk melakukan transaksi digital.

“Untuk sementara ini, juru parkir masih dalam pendataan duluh agar bisa di ketahui juru parkir mana yang belum mempunyai handpone dan yang sudah mempunyai handpone dan nantinya kami akan coba memfasilitasi dengan melakukan pengadaan handpone,” Katanya

Hendri juga menambahkan sudah hampir satu minggu kami sosialisasikan dan traning terkait masalah penggunaan aplikasi sampai dengan cara pembayaran yang berhasil itu, seperti apa.

“Nantinya juga ada media sosialisasi lainya seperti spanduk, dan juru parkir ini, akan kami pakaikan atribut berupa rompi dan id card, agar bisa membedakan mana juru parkir liar dan mana juru parkir yang resmi.” tandasnya.

(Opies) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.