Gelar Program Rabbani, BI Gelar Buka Puasa Bersama 700 Santri di Manado

oleh -1947 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Umat Islam di dunia termasuk di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara (Sulut) tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1445 Hijriah atau 2024 masehi. Di bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri 1445/2024.

Bank Indonesia (BI) menggelar program bertajuk “Ramadan Berkah Bersama Insan Bank Indonesia (Rabbani)”. Melalui Rabbani, Bank Indonesia  menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan. Diantarannya kajian tarawih, lintas nusantara, kajian anak Ramadan, kunjungan ADG ke pesantren dan buka puasa bersama.

Mengawali rangkaian kegiatan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulut melaksanakan buka puasa bersama di pondok pesantren Darul Istigomah, Jumat (15/3/2024). Dalam buka puasa bersama itu telah diundang 700 anak santri dari seluruh pesantren yang ada di Kota Manado.

“Kegiatan Rabbani merupakan upaya Bank Indonesia untuk selalu hadir setiap makna Indonesia, dengan menyambut bulan suci Ramadan melalui berbagai kegiatan sinergi dengan pesantren dan masjid di Sulawesi Utara,” kata Kepala KPwBI Sulut, Andry Prasmuko.

 

Kegiatan Rabbani, kata Andry, juga  dirangkaikan dengan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah sebagai rangkaian kegiatan CBP Rupiah Goes to Pesantren, ORIS dan Eksyar. Selain itu penyerahan PSBI ke mesjid Nurul Jariah dan Taman Mapanget Manado.

Andry menerangkan, pengembangan edukasi rupiah  tidak hanya terbatas pada edukasi terkait keaslian dan merawat fisik uang Rupiah,
tetapi juga mencakup peran Rupiah sebagai simbol dan identitas bangsa serta fungsi rupiah dalam perekonomian secara menyeluruh.

 

Bank Indonesia melakukan refocusing edukasi Rupiah pada tiga aspek utama yaitu Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. “CBP Rupiah merupakan perluasan edukasi Rupiah yang tidak hanya terbatas pada edukasi terkait keaslian Rupiah (3D-Dilihat, Diraba, Diterawang) dan cara merawat Rupiah (5T-Tidak Melipat, Tidak Mencoret, Tidak Meremas, Tidak Membasahi, Tidak Menstaples).

Namun juga mencakup peran Rupiah sebagai simbol dan identitas bangsa serta fungsi Rupiah dalam perekonomian secara menyeluruh,” jelasnya.

Andry menambahkan, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai di antaranya ORIS, serta memperluas kepersertaan BI-FAST termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat.

“Juga  mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi di bulan Ramadan dan Idulfitri 1445 H,” tukasnya. Sejalan dengan itu, BI menempuh langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran non tunai.

BI memastikan kesiapan (ketersediaan dan keandalan) sistem dan layanan kritikal BI untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan BI (tunai dan nontunai), termasuk memantau sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi pembayaran.

“Ramadan Idul Fitri maupun hari-hari besar lainnya merupakan momen bagi masyarakat untuk membelanjakan Rupiah. Di Ramadan Idul Fitri ini Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak dan mencermati ciri-ciri keaslian Uang Rupiah dengan senantiasa menerapkan 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang),” ujarnya.

Dia menuturkan, belanja bijak diwujudkan dengan belanja sesuai kebutuhan (tidak berlebihan, memastikan kualitas setara dengan harga, dan tidak menimbun pembelian), belanja produk dalam negeri (khususnya produk UMKM), dan mengalokasikan dana secara tepat (berhemat dan menabung).

Tema Ramadan/Idul Fitri yang diusung tahun ini merefleksikan ajakan tersebut, yakni “Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI): Bijak Gunakan Rupiah Di Bulan Penuh Berkah”. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.