HSN,TALAUD – Bank Indonesia gelar kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) mengundang berbagai dari SKPD maupun Instansi vertikal, yang bertempat di Pantai Arangats. Jumat, (02/05/2025).
Kegiatan ini merupakan rapat koordinasi periode lintas instansi dengan pembahasan pertama pengendalian harga tetap berada disasaran depan inflasi, sehingga dapat menjaga daya beli serta sasaran masyarakat.
Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai upaya perluasan dan percepatan digitalisasi Daerah di Kepulauan Kabupaten Talaud untuk tahun 2025.

Indeks harga konsumen Provinsi Sulut, hal ini terakhir dirilis inflasinya meningkat sekarang perapril ini 2,27% secara yoy, dibandingkan bulan maret kemarin 1,41% secara yoy.
Ini terutama disumbangkan oleh potongan tarif harga listrik, ternyata ini salah satu penyimpang potongannya dicabut jadi pemicu inflasi kemudian ada emas perhiasan, ini bapak/ibu paham terjadi kenaikkan harga emas besar – besaran sasaran bagi bapak dan ibu memborong emas ternyata hanya sementara.”ujar Andry.
Kemudian ada faktor lain ini menarik untuk dibulan april inflasi didorong oleh harga – harga ikan yang meningkat. Namun beberapa bulan selalu ikan menjadi salah satu faktor pendorong melalui harga sehingga terjadi inflasi.

Masih dibawah rentang, harga cukup tinggi tidak boleh kita abaikan mengingat nanti bawang, rica, tomat, dan ikan cukup dominan ini, Bank Indonesia menganugerahkan Nasional pengendalian inflasi perlu bersinergi erat untuk merealisasikan upaya pengendalian inflasi baik di Provinsi maupun Kabupaten Talaud demi tercapai stabilitas harga.”ujar Kepala BI.
“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Talaud untuk dapat tetap meningkatan kolaborasi serta terus gencar dalam melaksanakan upaya Pengenadalian Inflasi Daerah.”lanjutnya.
Kita berharap kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud untuk terus ditingkatkan karena harapan kami dengan peningkatan kolaborasi itu bisa menjaga inflasi atau laju kenaikkan harga di Kabulaten Talaud.
Kolaborasinya dengan mendorong kelompok-kelompok tani disni untuk semakin meningkatkan produksinya. Terutama barito harapannya Kabupaten Talaud bisa memenuhi sendiri kebutuhan baritonya sehingga harga tidak melonjak terlalu tinggi atau tergantung pada Daerah lain, karena suplaynya sudah terpenuhi untuk inflasi.

Kemudian untuk digitalisasi harapannya, kami bersama – sama dengan Pemerintah Kabulaten Talaud dan Bank SulutGo terutama ini mendorong digunakan kanal – kanal pembayaran non tunai, karena sejauh ini masyarakat masih belum optimal menggunakannya.
Jadi masih ada room untuk meningkatkan penggunaan kanal non tunai ini berkaitan antara lainnya, untuk championship kalau peningkatan itu terjadi harapan peringkat naik.”ungkap Prasmuko.
Turut hadir Pj Bupati Dr. Fransiskus Manumpil bersama Ketua TPP KK Kepulauan Talaud, Sekretaris Daerah Talaud Yohanis Tamaki, Kepala BP2RD Jackson Parapaga, Kepala Divisi Penanganan Bisnis dan Jaringan BSG Jimmy Alexander, Kepala BPKAD Paul Dimpudus, Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian, Camat dan Kepala Desa di Kepulauan Kabupaten Talaud. (ndy)






