BI Bangga dengan Poktan Rajawali Kepulauan Talaud, Konsisten Mengembangkan Lahan

oleh -1493 Dilihat
oleh
Andry Prasmuko foto bersama Petani Poktan Rajawali Kabupaten Kepulauan Talaud

HSN,TALAUD – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dukung ketahanan pangan yang dilakukan ke Kepulauan Talaud. Sabtu, (3/5/2025) bertempat di Dusun I, Desa Essang Selatan, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud dilakukan panen komoditas cabai rawit dan penyerahan program bantuan Smart Green House dan Sumur Bor kepada Kelompok Tani (Poktan) Rajawali.

Acara panen ini dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Andry Prasmuko yang didampingi oleh Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah  (BP2RD) Talaud Jakson Parapaga. Turut hadir juga Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Talaud, Camat Essang, Perwakilan Polsek Essang, Babinsa Koramil 1312-05/Essang, Kepala Desa Essang dan Desa Essang Selatan, Ketua maupun anggota Poktan Rajawali serta beberapa poktan lain yang tergabung dalam PATUA (Petani Unggulan Sulawesi Utara) Binaan BI dari tahun 2021 sampai 2024.

Kegiatan panen ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung pada hari Jumat (2/5/2025) di Pantai Arangats bersama dengan Penjabat Bupati Kepulauan Talaud, Fransiscus Manumpil.

Melalui pertemuan tersebut, ditegaskan pentingnya peningkatan produksi komoditas pertanian lokal, terutama cabai rawit sebagai salah satu langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Talaud.

Dalam sambutannya, Andry Prasmuko menyampaikan BI Sulut punya binaan Poktan bernama Rajawali. Poktan yang merupakan alumni Program PATUA tahun 2020 itu dinilai memiliki potensi besar karena merupakan satu-satunya supplierbibit cabai di Kepulauan Talaud dan beberapa kali menjadi mitra Distan untuk penyediaan bibit cabai rawit lokal.

“Bagusnya lagi, saat ini Poktan Rajawali juga sudah membina poktan-poktan lain. Pemberian smart green house dan sumur bor di tahun 2025 ini kami pandang sangat cocok diberikan untuk memperkuat peran Poktan Rajawali dalam penyediaan bibit cabai berkualitas kepada petani di Talaud,” imbuh Prasmuko.

Bantuan sumur bor ini, diharapkan Prasmuko dapat mengatasi kendala pengairan di lahan. “Kami rasa, apabila lahan-lahan perkebunan di Talaud dapat dioptimalkan dengan baik untuk produk hortikultura seperti cabai maka ekonomi masyarakat bisa lebih meningkat. Hal ini sekaligus bisa juga untuk meredam inflasi di Talaud,” tuturnya.

Prasmuko menambahkan cabai ini sangat berpengaruh terhadap inflasi, di sisi lain komoditas cabai saat ini juga memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil. “Kami berharap jumlah petani yang menanam cabai semakin banyak di Talaud, dengan petani semakin banyak tanam cabai selain dapat meningkatkan ekonomi lokal juga dapat membantu program pemerintah khususnya Asta Cita swasembada pangan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BP2RD Kepulauan Talaud yang mewakili Penjabat Bupati menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia karena program yang dijalankan ini kontinu dari tahun 2020 hingga saat ini. “Dengan perhatian BI Sulut yang konsisten ke masyarakat Talaud khususnya wilayah Essang untuk pengembangan Cabai Rawit disampaikan bukan tidak mungkin Essang ke depan akan menjadi lumbung rica Talaud,” imbuhnya.

“Perlu ada penguatan mindset bagi masyarakat agar tidak hanya menanam tanaman tahunan seperti cengkeh, pala, kopra namun juga memaksimalkannya dengan tanaman hortikultura” sambungnya.

Poktan Rajawali dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia karena semenjak pelatihan yang diterima tahun 2020 banyak perubahan yang terjadi. “Dulu pasang mulsa aja kami ga bisa, tinggi pohon cabai juga masih kecil kaya terkena stunting, hasil produksi juga cuma belasan hingga puluhan kilo tapi sekarang bisa dilihat sendiri pohonnya tinggi, buahnya lebat dan hasil produksinya juga mencapai ratusan kilo per minggu, bahkan siklus panen bisa mencapai satu tahun lebih,” ungkap perwakilan Poktan Rajawali.

Kelompok Tani Rajawali sebagai alumni program PATUA tahun 2020 adalah petani binaan BI yang memiliki kinerja cukup baik. Poktan Rajawali memiliki total luas lahan 5.5 hektare dengan jumlah anggota 10 orang.

Saat ini terdapat 1 hektare lahan yang ditanami sekitar 12.000 pohon cabai rawit dan telah memasuki masa panen dengan hasil produksi mencapai 140-160 kg per minggunya.

Kedepan, bermodalkan hasil pelatihan dari BI, Poktan Rajawali akan terus memberikan pembinaan kepada kelompok-kelompok tani di Talaud yang ingin mengembangkan cabai rawit. Smart Green House yang menjadi bantuan BI tahun 2025 merupakan sebuah solusi pertanian berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan proses pembibitan di dalam green house/rumah kaca.

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas serta kualitas bibit pertanian melalui pemantauan dan pengendalian lingkungan secara real-time. Salah satu keunggulan menggunakan smart green house nantinya adalah proses penyiraman tanaman akan dilakukan secara otomatis dan dikendalikan melalui smartphone. Rencana proses pembangunan smart green house beserta sumur bor ini akan dilakukan di akhir Semester I 2025.

Acara diakhiri dengan tinjauan lahan, diskusi dengan para petani serta pemetikan cabai secara simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Kepala BP2RD Talaud beserta jajaran tamu undangan yang hadir. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.