Yulius Victor Perkuat Sinergi dan Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Sulut

oleh -1434 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Seluruh instansi vertikal Sulawesi Utara (Sulut) dikumpul Gubernur Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, belum lama ini.

Rapat koordinasi tersebut dilakukan guna memperkuat sinergi dan kolaborasi menjaga stabilitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai.

Instansi vertikal yang hadir, di antaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, OJK, Imigrasi, Kantor Pajak, Kantor Perbendaharaan, hingga jajaran keuangan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Gubernur Yulius dalam arahannya menegaskan, Sulut memiliki kekuatan strategis yang harus dioptimalkan, baik dari potensi ekonomi hijau, ekonomi biru, hingga posisi geografis yang menguntungkan sebagai jalur perdagangan dan logistik.

“Sulut akan menjadi hub baru untuk distribusi energi BBM, rantai pasok industri, hingga kebutuhan pangan. Ini peluang besar bagi rakyat Sulut untuk bangkit bersama. Industri, jasa keuangan dan UMKM harus tumbuh bersama dalam sinergi lintas sektor,” tegas Gubernur Yulius.

Salah satu langkah nyata, lanjut Yulius, adalah optimalisasi layanan Imigrasi bagi wisatawan yang datang ke Sulut. Pelayanan harus prima tanpa mengabaikan aturan. Begitu juga sektor perbankan, diminta untuk memperluas penyaluran kredit KUR, terutama bagi petani, nelayan, dan UMKM agar lebih produktif.

Gubernur juga menyoroti regulasi yang selama ini membebani nelayan dan berdampak pada lesunya industri perikanan. Saat ini, telah dibahas skema relaksasi dan fasilitas bantuan bagi nelayan agar hasil tangkap ikan bisa menggerakkan industri perikanan dan perdagangan Sulut.

Khusus untuk pertanian, Pemprov Sulut akan memperkuat pembiayaan, termasuk bagi petani nilam, dengan catatan tidak menanam di lahan sawah padi demi menjaga kualitas dan kelestarian lahan.

“Pertanian, perikanan, bahkan pertambangan rakyat akan kita dorong. Melalui koperasi pertambangan, rakyat bisa diberi ruang lebih besar untuk mengelola potensi daerah,” katanya.

Bank Indonesia pun diminta mengawal perdagangan antarpulau dan menjaga iklim investasi Sulut yang kini mulai menggeliat, dengan nilai investasi yang masuk via Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulut mencapai Rp3,6 triliun bulan ini.

Semua pihak yang hadir dalam rapat sepakat untuk bersinergi di bawah semangat Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dengan target pertumbuhan ekonomi nasional 7-8 persen, di mana jajaran instansi vertikal dan Pemprov Sulut akan intens berkolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.