Wagub Victor : Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa Atasi Masalah Banjir di Kawasan Danau Tondano

oleh -1953 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Wakil Gubernur Victor Mailangkay mewakili Gubernur Yulius Selvanus membuka Rapat Koordinasi dan Konsultasi terkait Genangan di Permukiman Kawasan Danau Tondano Kabupaten Minahasa.

Rapat yang dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sulut Tahlis Gallang, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda Watania serta instansi terkait ini digelar di Ruang Rapat FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, pada Selasa (20/5/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Mailangkay mengatakan rapat ini harus difokuskan pada percepatan surutnya genangan air di Kawasan Danau Tondano. Sebab, masalah banjir itu langsung dirasakan masyarakat.

“Kita tak terasa karena tak tinggal di dekat danau, tapi yang rasakan itu rakyat di sana. Makanya langkah-langkah terukur, baik itu jangka pendek hingga jangka panjang bisa kita temui dalam forum ini,” tuturnya.

Adapun permasalahan tergenangnya permukiman di Kawasan Danau Tondano, karena terjadinya pendangkalan danau dan pendangkalan aliran sungai. “Solusinya ada di sana,” kata Wagub.

Sesuai petunjuk gubernur, masalah tersebut harus menjadi perhatian bukan hanya pemerintah daerah namun instansi vertikal terkait. Seperti PLN dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I. “Pengerukan dilakukan supaya semakin dalam danau ini dan aliran sungai,” tukasnya.

Lanjut wagub, pihak terkait jangan takut karena kurang anggaran dalam hal mengatasi masalah tersebut. “Kita bersyukur punya pak gubernur yang punya akses langsung ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Kementerian-kementerian, lanjut wagub, akan memberikan perhatian khusus bagi Sulut. Karena daerah ini merupakan tanah leluhur dari ibunda Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, mewakili Bupati Minahasa, Sekda Watania menyebut masalah genangan tersebut diakibatkan karena curah hujan yang dialami Kabupaten Minahasa cukup tinggi, sejak dari Oktober 2024 hingga saat ini. “Sesuai data dari BMKG, paling tinggi curah hujan lebih besar 300 mm,” ungkapnya.

Sementara untuk Danau Tondano sendiri dikelilingi tujuh kecamatan. Dimana, lima Kecamatan terkena dampak genangan tersebut. Watania membeber kelima kecamatan itu yakni Tondano Timur sebanyak 1.546 jiwa, Tondano Barat 615 jiwa, Remboken 510 jiwa, Kakas 1.699 jiwa dan Eris 879 jiwa. “Danau Tondano ini memiliki 35 sungai inlet dan satu outlet,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasinya, Watania menyebut masalah itu selain terjadi karena curah hujan, namun diakibatkan juga pendangkalan danau dan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kemudian gulma eceng gondok, menurut dia, lokalisasinya tidak bisa sesuai manual harus memakai alat berat.

“Ada juga pemukiman di sekitar Danau Tondano, sudah pernah direlokasikan. Tapi mereka balik lagi. Rumah mereka kena banjir,” terang Watania.

Selain itu, lanjut Watania, kesadaran masyarakat terkait sampah yang masih rendah.

“Pembuangan sampah sembarangan karena masyarakat terutama sekitar danau belum sadar. Ini terlihat dari kerja bakti massal yang telah kami lakukan, di mana sampahnya luar biasa,” tuturnya.

Aksi bersih-bersih, lanjut Watania, rutin dilakukan tiap minggunya. Hal ini dilakukan Pemkab Minahasa untuk mengatasi masalah tersebut. Ia pun memberikan saran agar jangka pendek ini dilakukan penambahan pintu air danau.

“Walupun kondisi keuangan kurang, tapi aksi ditambah pintu air ini menjadi solusi mengurangi daya tampung yang telah berdampak ke masyarakat sekitar,” tukasnya seraya menambahkan pihaknya juga sering memantau pintu air Danau Tondano.

Rapat ini dilanjutkan dipimpin Pelaksana Tugas Asisten II Sekdaprov Sulut Christiano Talumepa dan Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulut Ferdinand Mewengkang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.