Kebijakan Moneter, Andry Prasmuko : BI-Rate Terbaru ini Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

oleh -1479 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Andry Prasmuko menyampaikan perkembangan terkini perekonomian Sulut dan arah kebijakan strategis BI.

Disini Bank Indonesia (BI) menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen, suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan Lending Facility jadi 6,25 persen.

Bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Andry Prasmuko dalam Bincang Media mengatakan BI-Rate terbaru ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Harapannya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui kreditnya semakin meningkat,” kata Prasmuko di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Rabu (28/5/2025).

Dengan suku acuan BI teranyar ini, bank sentral berharap memicu daya beli masyarakat.

“Kalau kredit meningkat maka mendorong daya beli masyarakat. Larinya ke sana,” tukasnya.

Prasmuko memaparkan kinerja perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan capaian yang memuaskan, di mana PDRB Sulut pada triwulan I tahun 2025 tumbuh sebesar 5,62 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,87 persen.

Dari sisi perkembangan harga, tingkat inflasi Sulut tetap terjaga, pada April 2025 Sulut mengalami inflasi 1,02 persen secara bulanan seiring berakhirnya masa pemberlakuan kebijakan diskon tarif listrik 50 persen di Februari 2025.

“Hal ini menyebabkan tagihan listrik pascabayar bulan Maret mengalami penyesuaian tarif ke harga normal pada pembayaran di bulan April 2025,” katanya.

Perkembangan positif juga terlihat pada sistem pembayaran. Digitalisasi ekonomi dan keuangan semakin diterima masyarakat Sulut. Sampai dengan April 2025, volume transaksi digital melalui BI-Fast, QRIS, dan Uang Elektronik (UE) terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Lebih lanjut, perkembangan kinerja perekonomian yang tumbuh lebih tinggi tercermin dari peningkatan nominal transaksi yang tercatat baik di BI-RTGS untuk nominal besar maupun BI-Fast untuk ritel. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.