Komplotan Potas Semakin Merajalela, Beraksi di Pagi Hari, Tiga Ekor Anjing Berhasil Dieksekusi di Asabri

oleh -953 Dilihat
oleh

HARIAN SULUT NEWS, MINUT – Komplotan Potas(Pencuri Anjing)di Sulut makin nekat melakukan aksinya. Hal ini seperti yang terjadi di Desa Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Selasa, (24/06/2025).

Pagi itu sekira jam 06.10 wita, disaat warga Perumahan Asabri hendak memulai aktivitasnya mereka dikejutkan dengan aksi komplotan potas yang berjumlah empat orang menggunakan mobil jenis Avansa warna silver dengan nomor polisi DB 1861.
Setelàh menebar potas yang diikat bersama ikan goreng mereka berhasil membawa dua ekor anjing bahkan seekor anjing dipukul di depan pemiliknya.

Menurut saksi mata IL penjual nasi kuning, dirinya menyaksikan dimana seekor anjing yang berjalan limbung langsung diambil dan dinaikan ke atas mobil. Menyaksikan hal tersebut dirinya spontan berteriak.

“Pencuri, pencuri, pencuri anjing,” teriak IL

Komplotan tersebut langsung tancap gas masuk ke arah Perumahan Asabri namun kemudian memutar di perempatan,
dan melarikan diri. Saat melarikan diri tersebut mereka(komplotan doger) melihat seekor anjing bersama tuannya seorang ibu yang juga saksi mata, MM. Seorang anggota komplotanpun turun dan langsung memukul anjing tersebut dibagian tengkuk menggunakan sepotong kayu.

“Kejadiannya begitu cepat, awalnya saya mengira orang tersebut hendak menanyakan sesuatu ke saya, saya kaget dan langsung mundur, ternyata dia langsung mengambil anjing saya dengan cara memukul. Kejadiannya hanya berjarak satu meter dari saya, saya tidak dapat berbuat apa-apa, teriakpun tidak sempat, karena kayu sempat diarahkan ke saya,” tutur MM yang seekor anjingnya juga mati karena memakan potas tapi tidak sempat dibawa. MM mengaku anjing peliharaannya, hanya dilepas saat pagi hari.

Setelah ditelusuri, ada beberapa potongan ikan goreng yang didalamnya berisi potas yang diikat dengan benang bertebaran di sejumlah titik di perumahan tersebut. Menurut warga setempat, kejadian seperti ini sudah berulangkali terjadi di perumahan tersebut.

Fenomena aksi doger anjing ini modusnya semakin berkembang juga semakin nekat, mereka melakukannya disiang hari di saat warga lengah. Mereka bahkan bisa bertindak nekat bila warga yang hanya satu dua orang melakukan perlawanan. Warga, khususnya pemilik ternak anjing tampaknya harus meingkatkan kewaspadaan karena saat ini aksi doger semakin merajalela, tidak saja dilakukan malam hari, tapi juga di siang bolong. Sasaran mereka wilayah pemukiman perumahan yang rutenya terbuka dan mudah diakses. (Rubby Worek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.