BI Sulut dan Kabupaten Sangihe Kolaborasi Jaga Kestabilan Harga dan Digitalisasi Transaksi

oleh -1413 Dilihat
oleh

HSN,SANGIHE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), pada Senin (14/07/2025).

Kegiatan itu, sebagai wujud sinergi menjaga kestabilan harga serta percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor serta integrasi sistem logistik digital ke dalam satu ekosistem informasi yang transparan dan efisien. “Dengan demikian, seluruh perangkat daerah dapat memiliki visi dan data yang selaras, guna mendorong percepatan dan ketangguhan Sangihe,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Michael mengimbau untuk terus memperkuat ETPD yang sudah dilakukan dengan peningkatan kualitas layanan digital dan penguatan infrastruktur teknologi.

Pada kesempatan itu, KPw BI Sulut Joko Supratikto menyampaikan, bahwa pada aspek digitalisasi transaksi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan kinerja yang cukup baik yang tercermin dari keberhasilan mempertahankan predikat “Digital” dalam penilaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) semester II-2024.

“Juga peningkatan peringkat TP2DD dari peringkat 48 di tahun 2023 menjadi 40 di tahun 2024 dalam Championship P2DD,” ucap Joko.

Ia menambahkan bahwa perkembangan digitalisasi transaksi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan ekosistem digital, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, penyelenggaraan capacity building, serta penguatan road map dan ketentuan daerah terkait ETPD.

“Dari sisi perkembangan harga, diperlukan peningkatan ketahanan pangan, khususnya bagi komoditas pangan strategis. Hal ini memperhatikan pasokan komoditas Sangihe yang bergantung dari luar daerah dan kerentanan ketersediaan pasokan terhadap kondisi cuaca yang mempengaruhi kelancaran transportasi laut,” tandasnya.

Selanjutnya, upaya peningkatan ketahanan pangan dapat ditempuh dengan mendorong Kerja sama Antar Daerah (KAD) melalui pemenuhan komoditas yang defisit dari kabupaten/kota lainnya di Sulut maupun provinsi lain yang mengalami surplus.

“Di sisi lain, Sangihe dapat memanfaatkan KAD untuk mendorong produksi komoditas unggulan seperti pala, kelapa, dan cengkeh sebagai pasokan ke daerah lain. Stabilitas pasokan juga dapat dijaga melalui kolaborasi dukungan subsidi ongkos angkut,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Melanchton Herry Wolf, menyampaikan bahwa peningkatan informasi melalui digitalisasi akan terus ditingkatkan untuk mendukung berbagai program strategis daerah.

“Saya menghimbau untuk dilakukan pemetaan potensi komoditas dan perluasan peluang melalui kolaborasi antar lembaga,” sebutnya.

Kegiatan HLM TPID dan TP2DD juga dirangkaikan dengan penandatanganan PKS Pendebetan Rekening Bank Penghuni Rumah Negara, penyerahan apresiasi oleh BPKPD terhadap wajib pajak terbaik, serta launching kanal pembayaran PBB melalui e-commerce Tokopedia berkolaborasi dengan BSG.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan BI dapat terus diperkuat dalam mendukung stabilitas harga dan digitalisasi perekonomian di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.