Kolintang Alat Musik Pukul Tradisional diakui UNESCO, Gubernur Yulius Selvanus: Saya Bangga

oleh -977 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Alat musik kolintang yang berasal dari Minahasa ini adalah alat musik pukul Tradisional khas Minahasa Sulawesi Utara, dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik berbalut bantal kain untuk menghasilkan nada melodis dan harmonis ini diakui UNESCO. Gubernur Sulut Yulius Selvanus menerima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk Kolintang di Museum Nasional, Jakarta. Selasa, (02/12/2025). Selain kolintang, acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat UNESCO untuk Reog Ponorogo dan Kebaya.

Sertifikat UNESCO diterima Gubernur Yulius yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerjasama Kebudayaan, Endah Thahjani Dwirini Retno Astuti. Kolintang yang resmi jadi warisan budaya takbenda UNESCO ini membuat Sulut berbangga. Ini jadi tonggak sejarah bagi Bumi Nyiur Melambai. Gubernur Yulius menuturkan pengakuan UNESCO terhadap Kolintang mempertegas alat musik Sulut itu sebagai identitas budaya, yang mempunyai nilai sejarah, keunikan musikal dan kearifan lokal.

“Penerimaan Sertifikat UNESCO ini adalah kebanggaan sekaligus amanah bagi masyarakat Sulawesi Utara,” tutur gubernur.

Dikesempatan ini, Gubernur Yulius menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terus melindungi dan mengembangkan, serta mewariskan Kolintang kepada generasi masa depan. Ia menambahkan musik Kolintang yang telah diakui dunia ini menjadikan posisi budaya Sulut kian kuat dalam diplomasi budaya serta menjadi modal untuk mendorong kreativitas dan pelestarian seni tradisional. Gubernur berharap Kolintang semakin diperluas ruang tampilnya di tingkat nasional dan global.

“Komitmen kami terus mendukung pembelajaran, pertunjukan, inovasi hingga konservasi Kolintang. Agar musik tradisional Sulut in semakin mengakar dan berdaya saing sebagai ikon budaya Indonesia,” tukasnya.

Pada acara ini turut dihadiri perwakilan dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri, pejabat Kementerian Kebudayaan, PINKAN Indonesia, serta komunitas budaya dan para seniman. Sementara yang mendapingi Gubernur Yulius, yakni Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Fransiscus Manumpil dan Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulut Jani Lukas. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.