BI Sulut Panen Cabai Bersama RPKT Langowan dan Resmikan Gudang Koperasi

oleh -773 Dilihat
oleh

HSN,LANGOWAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melanjutkan upaya pengendalian inflasi pangan dengan menggelar panen cabai merah keriting bersama Rukun Pemuda Kristen Taraitak (RPKT) di Langowan, Kabupaten Minahasa, pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Natal 2025 BI Sulut.

Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, yang hadir memimpin panen bersama Ketua RPKT, Ivan Welang, menjelaskan bahwa panen ini memiliki peran penting dalam stabilisasi harga di daerah. Cabai, bersama tomat dan bawang, adalah komoditas utama yang sering menjadi pemicu inflasi di Sulut.

Supratikto menuturkan, sebelum panen, BI telah memberikan pendampingan intensif kepada para pemuda RPKT. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik, yang dinilai lebih unggul dibandingkan pupuk kimia. Ia menegaskan, keterlibatan BI dalam membantu petani atau kelompok tani menanam komoditas strategis merupakan bagian integral dari tugas pokok Bank Indonesia, yaitu pengendalian inflasi.

“Panen cabai ini setidaknya akan berkontribusi dalam mengendalikan laju inflasi. Harapan kami adalah harga cabai dapat stabil sehingga terjangkau oleh masyarakat, namun tetap memberikan keuntungan yang layak bagi petani,” kata dia.

Selain fokus inflasi, BI Sulut menggandeng RPKT sebagai bagian dari upaya pemberdayaan pemuda di Taraitak. Tujuannya adalah agar para pemuda, kelak setelah dewasa, memiliki kemandirian berusaha dan jejaring bisnis yang kuat.

Usai panen, Supratikto meresmikan Gudang Koperasi milik RPKT. Gudang ini tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat penampungan hasil panen, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk hilirisasi komoditas.

“Gudang ini akan dimanfaatkan RPKT untuk hilirisasi, misalnya cabai bisa diolah menjadi sambal roa, dan produk turunan lainnya,” jelasnya, seraya menambahkan rasa bangga atas upaya mandiri para pemuda RPKT.

Dalam rangkaian acara tersebut, BI Sulut juga memberikan bantuan finansial sebesar Rp15 juta kepada RPKT, dengan harapan bantuan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh anggota.

Ketua RPKT, Ivan Welang, menyampaikan apresiasi tinggi atas pendampingan dari BI Sulut. Kelompoknya, yang beranggotakan 105 orang, mengolah lahan seluas 6-7 hektar dan menanam berbagai komoditas seperti cabai merah keriting, cabai lokal, tomat, mentimun dan buncis.

“Kami sangat bangga karena walaupun kami hanya anak-anak muda di desa, kami mendapat pendampingan dari Bank Indonesia. Melalui pendampingan ini, kami berproses untuk maju dan menjadi berkat bagi semua,” kata Welang.

Ia menambahkan, panen hari itu adalah panen keenam mereka, dengan hasil rata-rata panen sebelumnya mencapai 100 hingga 200 kg per panen. Hasil panen RPKT didistribusikan melalui pedagang di kebun maupun dijual langsung ke Pasar Bersehati. (∗∗)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.