Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana serta Peningkatan Aktivitas Masyarakat Menjelang NaTaRu

oleh -1031 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), biasanya harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Hal tersebut tidak diharapkan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus. Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai pun menyiapkan langkah strategi guna menghadapi Nataru.

Gubernur Yulius mengumpulkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Kota Manado, pada Kamis (4/12/2025). Dalam rapat tersebut, Yulius menekankan menjelang Nataru, kemungkinan besar terjadi inflasi. Oleh karena itu, ia meminta OPD terkait agar situasi tetap aman dan stabil.

“Saya tidak ingin masyarakat terbebani memaksakan harga. Pengawasan pasar harus dilakukan, dan intervensi harus cepat, bila terjadi kenaikan yang tidak wajar,” tegasnya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) pasar. Gubernur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah agar melalukan dengan frekuensi yang meningkat. Selain itu, diminta untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bahan pangan.

“Harga terus dipantau setiap hari, stok juga dicek. Sementara keamanan pangan jangan sampai luput. Masyarakat harus merasa aman saat berbelanja,” tegas gubernur.

Instansi lainnya, seperti Dinas Pangan Daerah harus lebih mengoptimalkan Satgas Pangan, konservasi cadangan pangan daerah dan terus mengadakan Gerakan Pangan Murah hingga menyalurkan beras cadangan pemerintah provinsi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Untuk Biro Perekonomian, gubernur meminta perkuat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hal ini dilakukan agar menjaga pasokan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Sementara untuk Dinas Kelautan dan Perikanan, ia mengatur agar memastikan ketersediaan stok ikan di pasar tetap stabil menjelang Nataru.

“Bahan pangan laut jangan sampai langka. Kita harus memastikan stok ikan tersedia dengan harga yang wajar,” kata dia.

Dinas Perhubungan Daerah, diharapkan memastikan keamanan perjalanan melalui pengawasan ketat moda transportasi darat, laut dan udara, termasuk melaksanakan ramp check armada angkutan umum.

“Arus perjalanan masyarakat pasti meningkat. Transportasi harus aman, tertib dan terkendali,” harap gubernur.

Dinas Kesehatan Daerah diminta untuk menyiagakan tenaga medis 1×24 jam, pastikan kesiapan fasilitas kesehatan hingga membuka posko kesehatan dan layanan pemeriksaan gratis di titik-titik strategis.

Dinas Pariwisata harus mengantisipasi penayangan wisatawan di destinasi unggulan, koordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah kemacetan dan potensi kejadian.

Sedangkan sektor keamanan tak luput dari intruksi gubernur. Di mana. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah, mendapat tugas memetakan potensi kerawanan sosial, termasuk ancaman siber yang dapat muncul menjelang hari raya.

Gubernur Yulius menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor yang konkret dan responsif dalam menyambut Nataru.

“Seluruh instansi harus terus menjaga koordinasi. Jangan hanya siap di atas kertas, tetapi harus hadir di lapangan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.