Kini 4 Pulau Terpencil Terang Menderang Selama 24 Jam, Gubernur YSK : Syukur Terwujudnya Listrik 24 Jam

oleh -967 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Pemerataan akses energi di wilayah kepulauan Sulawesi Utara (Sulut) kembali mencatat kemajuan. Kini, empat pulau terpencil menerima layanan listrik yang menyala penuh selama 24 jam. Empat wilayah kepulauan yang resmi menikmati pasokan listrik tanpa henti adalah Pulau Buhias di Kabupaten Kepulauan Sitaro), Pulau Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud serta Pulau Mantehage dan Pulau Nain di Kabupaten Minahasa Utara.

Peresmian peningkatan layanan kelistrikan diadakan di Wisma Negara Bumi Beringin, Kota Manado, pada Selasa (16/12/2025). Acara ini menghadirkan langsung Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria, jajaran Forkopimda Sulut, perwakilan menteri terkait, serta manajemen PLN.

Sementara itu, pemerintah daerah dan masyarakat di empat pulau mengikuti kegiatan secara berani melalui sambungan video conference. Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, pemerintah pusat, Kementerian ESDM, Kementerian Desa PDTT dan PLN. Sinergi tersebut memungkinkan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terrdepan dan Terluar (3T) menikmati listrik selama 24 jam penuh.

Ditegaskannya, kehadiran listrik tak hanya menghadirkan penerangan, namun menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Ia menyebut sektor pendidikan, ekonomi hingga kesehatan sebagai bidang yang paling merasakan dampak positif dari program ini.

“ANAK-ANAK DI PULAU KINI MEMILIKI KESEMPATAN BELAJAR YANG LEBIH BAIK. LISTRIK 24 JAM MEMBUKA RUANG BAGI MEREKA UNTUK BERKEMBANG DAN BERSAING DENGAN DAERAH LAIN,” KATA GUBERNUR.

Lebih jauh dikatakan Yulius, dengan hadirnya listrik 24 jam penuh akan meningkatkan perekonomian masyarakat kepulauan, yang didominasi oleh nelayan. Pasokan listrik yang stabil, membuat hasil tangkapan ikan dapat disimpan lebih lama menggunakan fasilitas pendingin sehingga nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga murah.

“SEKARANG MASYARAKAT SUDAH BISA MEMANFAATKAN KULKAS DAN FREEZER. HAL INI TENTU MEMPERKUAT DAYA TAWAR NELAYAN DAN MENGGERAKKAN PEREKONOMIAN LOKAL,” JELASNYA.

Dibidang kesehatan, ketersediaan listrik sepanjang hari memungkinkan puskesmas dan fasilitas medis di pulau-pulau tersebut menyimpan obat-obatan dan vaksin yang membutuhkan suhu tertentu, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal. Selain itu, listrik 24 jam juga dinilai meningkatkan rasa aman dan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Aktivitas warga pada malam hari menjadi lebih leluasa, sementara pemerintah desa memiliki ruang yang lebih baik untuk berinteraksi dan merencanakan pembangunan bersama masyarakat.

Hingga kini, sebanyak tujuh pulau di Sulut telah menikmati layanan listrik nonstop. Gubernur Yulius menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program kelistrikan agar seluruh wilayah Sulut terbebas dari pembatasan listrik pada tahun 2026.

“SAYA AKAN TERUS BERUPAYA AGAR SELURUH MASYARAKAT SULAWESI UTARA BISA MENIKMATI LISTRIK 24 JAM. TIDAK BOLEH ADA LAGI WILAYAH YANG TERTINGGAL DALAM TERANG PEMBANGUNAN,” TEGASNYA.

Sementara itu, PDTT Wamendes Ahmad Riza Patria menyebut peresmian listrik 24 jam di empat pulau tersebut sebagai wujud nyata pembangunan nasional yang dilakukan secara kolaboratif dan inklusif. Ia mengapresiasi peran aktif Gubernur Yulius dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.

“LISTRIK MERUPAKAN FONDASI UTAMA PEMBANGUNAN DESA. TANPA LISTRIK, PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN EKONOMI SULIT BERKEMBANG. DENGAN LISTRIK, DESA MEMILIKI MODAL UNTUK TUMBUH MANDIRI DAN SEJAHTERA,” KATA RIZA.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari Program Listrik Desa Nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Secara nasional, ribuan desa dan klaster pengumuman ditargetkan segera teraliri listrik melalui sinergi Kementerian ESDM, Kementerian Desa, PLN dan pemerintah daerah. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.