Badai dan Gelombang Hancurkan 12 Runah Desa Gangga Satu, Bupati Joune Ganda Langsung Gelar Rapat Penanggulangan

oleh -72 Dilihat
oleh

HARIAN SULUT NEWS, MINUT- Sebanyak 12 unit rumah di Desa Gangga Satu Kecamatan Likupang Barat rusak parah dihantam badai dan gelombang laut Selasa, (06/01/2026) malam. Informasi ini diterima langsung dari Hukum Tua Desa Gangga Satu Drs. Moses Corneles.
Kepada media ini lewat sambungan messenger Corneles mengatakan saat ini kondisi rumah warga dalam keadaan rusak parah.

“Kerugian material belum dihitung, diperkirakan ratusan juta, syukur tidak ada korban luka maupun korban nyawa karena sejak angin dan gelombang laut mulai menghantam pada Selasa, (06/01/206) jam 19.00 wita, warga terdampak sudah dievakuasi oleh Pemdes dan warga lainnya. Saat ini warga terdampak sangat memerlukan bantuan sembako,” terang Corneles Rabu, (07/01/2026) pukul 11.00 wita.

Menurut Corneles, angin kencang masih bertiup sampai dengan pagi ini, warga tidak bisa berbelanja di daratan besar, apalagi melaut.

“Warga tidak bisa berbelanja sembako di Likupang, apalagi melaut,” tukas Corneles yang mengaku korban bencana dibantu seadanya oleh pemdes dan warga lainnya.

Atas kejadian bencana angin dan gelombang laut ini, Bupati Joune Ganda SE, MM MAP, M.Si membenarkan adanya kejadian ini dan langsung bergerak cepat. Seterimanya laporan ini langsung menggelar rapat dengan jajajaran terkait, BPBD. Dinsos, Keasistenan, dan Kecamatan Likupang Barat.

“Iya lagi di cek langsung dan sementara rapat untuk pemberian bantuan,” kata Joune Ganda kepada media ini lewat sambungan whatsup Rabu, (07/01/2026), seraya mengatakan segera berkoordinasi dengan unsur-unsur terkait.

Bupati Minut Joune Ganda sekaligus menghimbau warga Minut khususnya di kepulauan dan pesisir pantai untuk tetap wadpada terhadap cuaca ekstrim ini.

“Jangan dulu melaut, tetap waspada dan berhati-hati untuk bepergian. Jauhi daerah rawan bencana agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Semoga Tuhan tetap menjaga dan melindungi warga Minut,” kata Bupati.

Diketahui, pada awal tahun 2026 ini, cuaca ekstrim melanda berbagai wilayah di Sulut, termasuk Minut. (Rubby Worek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.