HARIAN SULUT NEWS, MINUT – Diawal tahun 2026 Pemerintah Desa Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat Minut melakukan terobosan berani dengan melantik panitia pengadaan lahan pasar desa, Senin, (19/01/2025) di Kantor Hukum Tua.
Terpilih sebagai Ketua, Drs. Denny Ronny Wowiling, M.Si dan Sekretaris Rommy Pakasi, serta Bendahara Toni Hongjoyo dibantu dua Bidang yakni Pencarian Dana dan Pengukuran dan Penataan Lapak.

Panitia dilantik oleh Pejabat Hukum Tua Dra. Renny Theodora Onthony M.Pd. Menurut Onthony, pengadaan lahan untuk pasar baru Desa Kolongan Tetempangan ini sengaja dilakukan untuk menjawab kerinduan pelaku pasar (pedagang) yang 90 persen merupakan warga Desa Koltem untuk dapat berjualan di pasar yang representatif dan nyaman di atas tanah yang memiliki kepastian hukum.
“Selama ini pasar Kolongan Tetempangan merupakan satu-satunya pasar di Kecamatan Kalawat yang cukup ramai dikunjungi pembeli dari kecamatan Kalawat. Tapi pasar ini hanya meminjam dan menggunakan sebagian lahan kubur desa, sedangkan lahan kubur semak8n hari semakin kecil karena bangunan kubur warga yang terus bertambah,” terang Onthony yang juga Pengawas Teladan Tingkat Nasional Diknas Minut.

Lanjut dikatakannya, pengadaan pasar baru ini juga bertujuan untuk lebih menggairahkan perputaran ekonomi dan peningkatan pendapatan asli desa.
“Ada transaksi ratusan juta setiap bulannya di pasar ini, selain itu retribusi lapak dan kebersihan akan dikelola oleh Bumdes Koltem, sementara untuk parkir akan dikelola oleh perangkat desa,” jelas Onthony seraya mengatakan ikhwal teknis pembebasan lahan pasar diserahkan sepenuhnya ke-panitia pembebasan lahan.
Lanjut dikatakannya, pelantikan ini bukanlah sekadar acara seremonial, tetapi merupakan amanah dan kepercayaan yang mengandung tanggung jawab kepada Tuhan dan masyarakat.
“Diharapkan panitia yang telah dilantik mampu bekerja dengan jujur, transparan, profesional, serta menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang diharapkan. Saya berharap seluruh panitia dapat bekerja dengan komitmen yang kuat, saling mendukung, serta mengutamakan kepentingan bersama sehingga lahan pasar dengan luas 720 m2 dapat kita beli dan kedepannya bisa berkembang sampai 1200 m2,” tandas Onthony.
Terpisah, Ketua Panitia Denny Wowiling dalam sambutannya mengatakan, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemdes dan masyarakat Koltem.
“Sebenarnya hampir kapok saya menjadi ketua panitia pengadaan lahan seperti ini. Ini yang ketiga kalinya, yang pertama lahan kubur, kedua lahan balai desa dan sekarang lahan pasar. Tidak sedikit tantangan yang dihadapi, terutama dari oknum-oknum warga desa sendiri, tapi karena menyangkut kesejahteraan banyak orang maka kami menerima amanah ini,” ujar Wowiling sedikit mengungkap histori pembebasan lahan kubur dan balai pertemuan umum.
Lagi dikatakannya, sumber dana pengadaan lahan ini merupakan swadaya masyarakat ditambah partisipasi donatur dan pihak ketiga lainnya.

“Menurut rencana anggaran yang diperlukan adalah 260 juta untuk 6 kapleng 10 x12 meter persegi atau isi 720m2. Ini untuk mendirikan lapak para pedagang jalan di tengah pasar. Untuk dana pembayaran, tahap pertama dibayar 180 juta ke pemilik lahan, sisanya tahap dua 80 juta, dua bulan kemudian,” terang Staf Khusus Bupati Minut Joune Ganda Bidang Politik ini.
Dewo panggilan politisi senior Minut ini mengajak seluruh elemen masyarakat Koltem dan pemerhati untuk ikut mendukung program pemdes ini.
“Kami hanya menerima amanah, untuk itu kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat, baik moril maupun materil. Pasar desa merupakan urat nadi perekonomian, warga akan lebih mudah mengakses sembako dan keperluan lainnya, taraf hidup pelaku pasar meningkat, pendapatan asli desa otomatis meningkat pula,” imbuh Wowiling yang langsung menggalang dana spontanitas dari panitia yang dilantik, yang berhasil me ngumpulkan Rp7.450.000.
Pelantikan panitia ini melibatkan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka menyambut baik gebrakan pemerintah desa Kolongan Tetempangan.
Terpisah, Iwan, salah satu pelaku pasar, sangat berterima kasih atas inisiasi pemerintah desa Koltem.
“Meskipun ini sedang dalam proses, tapi nantinya kami akan dapat berjualan dengan aman dan nyaman di pasar baru. Terimakasih untuk pemerintah desa dan panitia pembebasan lahan,” tukasnya. (Rubby Worek)







