Wawali Richard Sualang Hadiri Adat Tulude : Budaya Lokal Perkuat Persatuan Masyarakat, Momen Sejarah Tradisi Tulude Meriahkan Kota Manado

oleh -129 Dilihat
oleh
Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang menghadiri Upacara Adat Tulude masyarakat Nusa Utara di Jemaat GMIM Betani Sindulang Singkil, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Foto Ist

HSN,MANADO – Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang menghadiri Upacara Adat Tulude, tradisi tahunan masyarakat etnis Sangihe, Talaud, dan Sitaro yang sarat nilai religius dan budaya, kembali menghiasi Kota Manado. Kegiatan yang digelar oleh masyarakat Nusa Utara di Jemaat GMIM Betani Sindulang Singkil, Kecamatan Tuminting, tidak hanya menjadi wujud syukur atas berkah Tuhan sepanjang tahun lalu, tetapi juga menjadi bukti keberlangsungan identitas budaya yang hidup dan berkembang di tengah keragaman masyarakat. Jumat, (30/1/2026).

Hadir secara langsung untuk menghadiri momen bersejarah ini, Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang, yang menyampaikan apresiasi mendalam kepada penyelenggara atas komitmennya dalam melestarikan warisan leluhur. “Atas nama Pemerintah Kota Manado, saya ucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jemaat dan masyarakat Nusa Utara yang terus menjaga tradisi Tulude sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah kita,” ujar Richard dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa tradisi seperti Tulude bukan hanya memiliki nilai sejarah dan budaya semata, tetapi juga berperan penting sebagai pijakan untuk memperkuat tali persatuan, toleransi, dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat Manado yang majemuk. “Semoga tahun 2026 ini menjadi tahun penuh berkat, di mana nilai-nilai kebersamaan yang terkandung dalam tradisi ini semakin mengakar dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Prosesi upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, diikuti oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, para pemimpin gereja, serta warga dari berbagai latar belakang yang datang untuk meramaikan acara. Sorotan utama jatuh pada prosesi pemotongan kue Tamo – simbol ikonik Tulude yang berbentuk kerucut, melambangkan syukur atas berkah yang telah diterima dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, doa bersama dipimpin oleh para pemimpin agama untuk memohon berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat, sementara rangkaian acara juga diperkaya dengan penampilan seni dan budaya khas Nusa Utara yang memukau, mempererat rasa kebersamaan antar hadirin.

Acara yang diisi dengan nuansa khidmat dan meriah ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua BPW Manado Utara I sekaligus Ketua BPMJ GMIM Betani Sindulang Singkil Pdt. Lucky I. Rumopa, M.Th., Khadim Pdt. OR. Roy Dicky Tamaweol, Th.M., Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara Teresia Sompie, SH, M.Si., Dir Bimas Polda Sulut Kombes Pol Rio Alexander Panielewen, S.I.K., Pasanli Pangdam Bidang Ekonomi Kolonel Infanteri Edison Lambe, serta Camat Tuminting Hence Patimbano.

Keberhasilan pelaksanaan Upacara Adat Tulude kali ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat berjalan seiring harmonis dengan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat, serta menjadi pilar penting dalam menjaga identitas dan keharmonisan Kota Manado sebagai kota yang penuh warna dan toleransi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.