Gubernur Yulius Selvanus Bersama Istri Anik Selvanus Hadiri Perayaan PMKK di Jakarta Dengan Penuh Sukacita

oleh -77 Dilihat
oleh
Suasana pemasangan lilin Gubernur YSK bersama Istri tercinta Anik Selvanus. Foto Ist

HSN,JAKARTA – Balai tetap setia menjadi tempat berkumpulnya rasa kekeluargaan yang mendalam ditengah hiruk pikuk Ibu Kota, Jumat (30/01/2026). Ratusan warga Perhimpunan Masyarakat Keturunan Kakas (PMKK) merayakan tiga momen penting sekaligus – Natal, Kunci Taon 2025, dan Tombaru 2026 – dalam suasana yang hangat dan penuh sukacita.

Bukan sekadar acara tahunan, perayaan ini menjadi ruang temu batin bagi masyarakat Kakas yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, sekaligus wadah untuk merawat akar persaudaraan yang tak lekang oleh jarak dan waktu.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE beserta istri tercinta Anik Yulius Selvanus, semakin mengukir kehangatan dalam setiap sudut ruangan. Bagi putra daerah yang juga merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988 ini, kehadirannya bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi lebih sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kakas yang kembali merajut tali silaturahmi yang erat.

Dalam sambutannya yang penuh emosional, Gubernur Yulius menegaskan bahwa inti kekuatan masyarakat Kakas terletak pada persatuan dan solidaritas yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. “Saya berkomitmen terus membangun Sulawesi Utara. Kita semua harus bersatu dan selalu menjaga kebersamaan – ini bukan sekadar janji politik, melainkan refleksi nilai yang telah lama hidup dalam kultur kita,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perhatian khusus terhadap pembangunan kawasan Danau Tondano yang berada di sekitar wilayah Kakas. Menurutnya, penataan kawasan tersebut bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan alam yang menjadi kebanggaan daerah dan identitas bagi seluruh masyarakat Sulut.

Tidak hanya itu, ayah tiga anak ini juga mengajak masyarakat Kakas yang berada di perantauan untuk terus menjadi jembatan kemajuan bagi daerah kelahiran mereka. “Keberhasilan warga di rantau harus menjadi energi positif yang membawa dampak nyata bagi pembangunan Sulut. Saya berkomitmen terus membangun Sulut, dan kita semua harus saling membantu, mendorong satu sama lain untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks. Semangat gotong royong dan saling menghormati yang melekat dalam diri masyarakat Kakas diyakini menjadi perekat yang menjaga identitas dan kekuatan komunitas di tengah arus modernisasi.

Menutup acara, Gubernur Yulius menaruh harapan besar agar kerukunan dalam lingkungan PMKK terus terjaga dan semakin kokoh. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjalani tahun 2026 dengan semangat baru yang dilandasi kasih, saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama – sebuah harapan yang terasa seperti doa bersama bagi masyarakat Kakas di mana pun berada.

Di balik kegembiraan perayaan, tersimpan tekad kolektif untuk terus menjaga persaudaraan, merawat warisan budaya, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga, komunitas, hingga seluruh wilayah Sulawesi Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.