Tawa Riang dan Suara Nyanyian Anak Sekolah Minggu, Gubernur Yulius : “Engku Sekolah Minggu” Siap Melayani Dengan Sepenuh Hati

oleh -116 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Tawa riang dan suara nyanyian anak-anak memenuhi setiap sudut ruangan Sekolah Minggu di Gereja GMIM Eben Heazer Bumi Beringin. Ditengah keramaian para bocah, berdiri sosok yang tak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Utara Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK). Minggu, (08/02/2026).

Namun kali ini, Jabatan sebagai Pemimpin Daerah seolah lenyap, digantikan oleh peran yang lebih dekat dengan hatinya: seorang “Engku Sekolah Minggu” yang siap melayani dengan sepenuh hati.

Tanpa rasa jauh atau sikap resmi, YSK berdiri sebagai khadim yang menyampaikan Firman Tuhan dengan bahasa yang mudah dipahami. Senyum hangat dan kasih yang terpancar dari matanya membuat anak-anak merasa nyaman untuk dekat dengannya.

Ia santai bercengkrama, bertanya tentang hari-hari mereka, bahkan mengoceh candaan yang berhasil membuat seluruh ruangan terbahak-bahak. Tak ada sekat jabatan hanya seorang guru yang penuh perhatian dengan para anak-anak muridnya.

Foto Anak Sekolah minggu bersama Gubernur Yulius Selvanus. Foto Istimewa

Bagi warga Gereja tersebut, sebutan “Engku Sekolah Minggu” bukanlah gelar sembarangan. Ia merupakan simbol dari dedikasi tak henti dan komitmen untuk mengabdi pada anak-anak.

“Pelayanan kepada anak-anak itu panggilan hati. Di sinilah iman ditanam sejak kecil,” ujarnya dengan nada lugas, mata bersinar penuh semangat saat mengungkapkan kerinduan lama yang tak pernah padam untuk kembali keawal perjalanan pengabdiannya.

Momen hangat ini membuat beberapa jemaat yang menyaksikannya terharu, banyak yang dengan cepat mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan setiap detiknya.

Ditengah hiruk pikuk urusan Pemerintahan, rencana pembangunan, dan dinamika politik yang tak pernah surut, sosok YSK justru memilih untuk kembali ke tempat yang paling sederhana diantara buku bergambar berwarna-warni, kisah-kisah penuh hikmah dari Alkitab, dan nyanyian sekolah minggu yang merdu.

Inilah mungkin makna kepemimpinan yang sesungguhnya: bukan hanya tentang membuat kebijakan besar atau mengambil keputusan strategis, tetapi juga memiliki kemauan untuk melayani dengan tulus, bahkan dari hal yang terbilang kecil sekalipun.

Minggu pagi itu, Gubernur YSK tidak hanya hadir sebagai pemimpin daerah. Ia pulang dengan hati yang penuh kedamaian, sebagai dirinya yang sebenarnya seorang guru, seorang pelayan, dan seorang “Engku Sekolah Minggu” yang tetap setia pada panggilan hatinya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.