Doktor Joune Ganda Dibaluri Isak Tangis Bahagia

oleh -75 Dilihat
oleh

HARIAN SULUT NEWS, JAKARTA – Ruang sidang akademik tersebut mendadak terisi kalimat sakral, “Oh, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya” (Roma 11 : 33).
Kutipan bible ini menjadi inspirasi surgawi bagi Joune Ganda saat dirinya membawakan pidato. Sesekali helaan nafas menyela pidatonya memberi kesempatan dirinya tatkala merasakan tuntunan Tuhan yang luar biasa lewat ayat bible tersebut.
Beberapa kali ruangan itu menjadi hening, saat Joune Ganda menghela nafas melanjutkan pidatonya. Satu hal yang mengundang haru, saat Joune menyatakan keyakinannya dan rasa syukurnya bahwa capaiannya hingga di titik itu hanya karena hikmat, keputusan, dan jalan Allah. Maka dikutiplah Roma 11 : 33 ini.

Yang paling bahagia, tiga perempuan yang duduk di baris paling depan yang tampak terisak, mengikuti pidato seorang pria dengan narasi keyakinan yang teguh tetapi rendah hati. Mereka masing-masing, Hani Pramono Anung, Rita Tamuntuan dan Rizya Ganda Davega.

Tiga perempuan isteri pejabat ini sedang bersyukur sekaligus mengagumi sebuah pencapaian sosok Joune James Esau Ganda, Bupati Minahasa Utara yang rabu itu, 4 Maret 2026 meraih gelar doktor ilmu pemerintahan di IPDN Cilandak Jakarta. Sebuah capaian puncak akademik yang tetap dibungkus syukur dan rendah hati.

Mengapa tiga perempuan di baris depan itu menangis ? So pasti mereka memiliki ikatan emosional dengan Joune Ganda dan isteri laksana seorang ibu yang bahagia menikmati pencapaian anaknya di titik tertinggi akademik. Bangga, bahagia, dan haru bercampur tak tertahan, menyaksikan keberanian dan keteguhan seorang pria yang mereka kenal baik tetapi sarat tugas pengabdian.

Rabu 4 Maret 2026, Joune Ganda dikukuhkan sebagai doktor ilmu pemerintahan setelah melewati serangkaian ujian atas disertasi bertajuk, “Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung-Minahasa-Manado (BIMINDO) di Provinsi Sulawesi Utara.” Sebuah tajuk yang kemudian dikenal dengan strategi “Model Ganda”.

Hari itu dalam persiapan Joune Ganda tampil percaya diri tetapi sesekali menebar senyum khas pada keluarga dan kerabatnya termasuk tiga perempuan cantik di baris depan. Juga kepada mantan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang hadir langsung ikut memberi suport kepada Joune Ganda.

Namun dalam jalan kariernya, tak banyak yang tahu bahwa Joune dan Rizya isterinya memiliki hubungan emosional dengan Ibu Hani Pramono, Ibu Rita Tamuntuan, “Dorang kita hormat deng kita sayang sebagai mama,” kata Rizya singkat.

Ya, dalam jalan kariernya Joune dan Rayzia memang memiliki relasi baik dengan Pramono Anung dan Olly Dondokambey. “Bapak dan Ibu Pram orang tua kami, demikian juga Pak Olly Ibu Rita,” kata Joune dan Rizya.

DR. Joune J.E. Ganda, SE, MM, MAP, MSi kesehariannya dikenal sebagai Bupati Minahasa Utara (dua periode) dengan sederet prestasi.

Selama lima tahun kehadirannya di pentas politik birokrasi di Sulawesi Utara, Joune Ganda tampil memukau tidak hanya karena keberhasilan kepemimpinan pemerintahan, tetapi juga peningkatan kualitas dan kapabilitas pribadi. Hanya dalam empat tahun 2022 – 2026 Joune Ganda meraih empat gelar akademik di empat perguruan tinggi berbeda. Strata dua di Universitas Indonesia, Unsrat, dan Unima. Strata tiga di IPDN Jakarta. “Pak Joune adalah teladan long live education”, kata William Luntungan, tokoh kritis Minahasa Utara.
Ditambahkan, tokoh pendiri Kabupaten Minahasa Utara Drs. Denny Wowiling, “Ini sebuah pencapaian yang hampir mustahil, tapi itulah faktanya. Joune Ganda adalah teladan,” katanya.

Suatu waktu saya bertanya, bagaimana mengatur waktu kuliah, tugas-tugas pemerintahan, kemasyarakatan, organisasi nasional dan daerah, bisnis, pelayanan gereja, dan keluarga, bagaimana ini bisa dilalui sekaligus? “Sebenarnya sederhana, memanfaatkan waktu 24 jam dengan baik. Hidup sehat bersumber dari hati yang gembira. Hidup bervisi tapi konsistensi,” kata Joune merendah.

Suatu saat, saya berkata. “Anda ini pantas diprofilkan sebagai sosok teladan untuk generasi muda,” ? Dengan cepat Joune Ganda menyela, “Jangan.. jangan dulu pliss. Tidak penting itu. Saya baru lima tahun hadir di publik Sulawesi Utara, kalau sudah 25 tahun yaa,” katanya merendah.

Joune Ganda memang masih harus “menggandakan” kehadiran, prestasi, karya, dan pelayanannya untuk bangsa, daerah, dan jemaat. Selamat “menggandakan” karya dan pelayanan. (*/Rubby Worek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.