Gubernur Sulut Yulius: Pelantikan Masa Purnabakti Bukanlah Akhir, Melainkan Babak Baru Untuk Terus Berkontribusi Bagi Daerah

oleh -152 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Gubernur Sulut Yulius Selvanus melantik pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sulut periode baru, menegaskan peran Purnabakti sebagai “bank pengalaman” dan kekuatan moral pembangunan.

PWRI diharapkan bersinergi dengan Pemerintah dalam menyalurkan pemikiran, integritas, dan nilai-nilai keteladanan, terutama dalam menghadapi transformasi digital dan tantangan ekonomi.

Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PWRI Sulut, Novie Mewengkang, bersama jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menilai momentum ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali peran para purnabakti sebagai kekuatan moral dalam pembangunan Daerah.

Menurut Gubernur, PWRI tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat negara, tetapi juga merupakan “bank pengalaman” yang menyimpan nilai-nilai kebijaksanaan, integritas, dan keteladanan yang sangat dibutuhkan di tengah perubahan zaman.

“Para wredatama adalah sosok yang telah melewati berbagai fase pembangunan. Pengalaman dan kebijaksanaan mereka menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah,” ujar Gubernur.

Ia menekankan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Sebaliknya, fase tersebut merupakan babak baru untuk terus berkontribusi melalui gagasan, nasihat, serta keteladanan di tengah masyarakat.

Ditengah dinamika transformasi digital dan tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, pemerintah daerah, kata Gubernur, membutuhkan perspektif dan pandangan para senior yang telah berpengalaman dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan.

“Nasihat dan pemikiran para senior sangat dibutuhkan untuk menjaga arah pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai integritas, disiplin, dan etos kerja,” katanya.

Gubernur juga berharap para anggota PWRI dapat menjadi jembatan nilai antara generasi lama dan generasi baru aparatur pemerintahan di Bumi Nyiur Melambai. Warisan nilai-nilai tersebut dinilai penting agar karakter aparatur negara tetap kuat di tengah arus modernisasi.

Sebagai organisasi yang memiliki posisi strategis berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), PWRI didorong untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, serta pembinaan nilai-nilai kebangsaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyebut para wredatama sebagai penjaga nilai yang memiliki peran penting dalam menjaga marwah birokrasi dan kehidupan berbangsa.

“Para wredatama adalah kekuatan moral bangsa. Nilai kejujuran, loyalitas, dan pengabdian yang mereka wariskan akan menjadi penuntun bagi generasi penerus dalam membangun masa depan Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Pelantikan pengurus PWRI Sulut ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan organisasi purnabakti tersebut untuk semakin aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.