SMA Negeri 9 Binsus Manado Menerapkan Absen Elektronik Digital Untuk Guru, Staf, Security dan Siswa Saat Masuk dan Pulang Sekolah

oleh -182 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Sekolah Modern kini menerapkan sistem absen online, SMA Negeri 9 Binsus Manado sudah berlaku hari ini menggunakan absen Elektronik digital untuk 197 guru, staf dan security dan 2.400 siswa saat masuk sekolah dan pulang sekolah.

Selain itu laporan bagi guru-guru sertifikasi dalam tugas lewat digital dan dipantau juga lewat CCTV sehinga tidak ada yang bisa berbohong.

Hal ini disampaikan Kepsek SMA Negeri 9 Binsus Manado Hendra Masie S.Pd. MM kepada Wartawan baru-baru ini di Sekolah.

Menurutnya program elektronik dalam Absen setiap guru-guru dan semua staf serta siswa siswa saat masuk sekolah dan pulang sekolah itu mulai diberlakukan sejak bulan Februari 2026.

Dan juga untuk pelaporan bagi guru-guru saat mereka mengajar, dengan program elektronik digitalisasi ini lebih akurat dan obyektif melihat daftar hadir.

”Sebelumnya sering ada masalah absen guru-guru staf dan siswa termasuk laporan guru-guru dalam bekerja seperti terlambat tapi diabsen tidak terlambat termasuk saat guru mengajar sering ada yang berbohong” kata Kepsek Hendra.

Program absen elektronik guru-guru dan staf serta siswa akan pakai kartu atau tanda pengenal dan mengunakan ”chips” dalam kartu, bukan pakai handphone pribadi.

”Semua guru-guru dan staf serta siswa pakai kartu tanda pengenal dengan nomor chips didalam, dan tidak boleh diwakilkan atau menyuruh teman yang lakukan absen” kata Hendra.

Untuk absen Kepsek, guru-guru, staf dan security masuk sekolah jam 06.30 Wita setiap hari lewat satu menit dinyatakan alpa. Untuk jam pulang jam 15.00 wita.

Kemudian untuk siswa jam Absen masuk sekolah jam 06.45 wita atau 15 menit sebelum jam 07.00 jam pertama dimulai belajar. 15 menit dimaksudkan untuk proses persiapan untuk bersih ruangan.” Lewat satu menit jam 06.45 siswa dinyatakan terlambat” kata Hendra.

Mereka yang terlambat baik guru guru dan staf akan terlihat merah dalam absen. Bila sudah sering akan diberikan teguran. Sejak diberlakukan Februari lalu masih banyak terlambat. Dan memasuki awal maret sudah mulai menurun karena sudah ada yang mulai taat aturan.

Khusus guru-guru yang melaporkan kinerja saat ini tidak bisa berbohong karena kalau sebelumnya, laporan lewat manual dan handphone sering tidak masuk dalam laporan masuk bahkan mereka edit foto-foto. ”Kita rubah dengan laporan lewat elektronik digital selain akurat cepat dan efisien” tambah Kepsek Hendra yang juga Sekretaris I KONI Sulut.

Semua absen elektronik dilaporkan ke Dikda Sulut setiap hari dan dari pengawas Dikda sudah memantau langsung program baru ini.

Orang Tua Mengontrol

Kepsek Hendra mengatakan juga untuk absen elektronik semua siswa sekitar 2.400 lebih mulai April 2026 sudah ada kartu atau tanda pengenal dengan ada nomor atau code chips yang dipakai saat absen masuk sekolah dan pulang.

Kartu harus dibawa setiap hari dan tidak bisa dipinjamkan kepada orang lain. Program ini sudah disosialisasikan kepada guru-guru staf dan siswa serta orang tua murid. Semua guru-guru staf dan siswa serta orang tua murid dukung program ini.

Karena menurut Kepsek dengan ini orang tua dengan mudah mengontrol anak anak mereka saat berada disekolah dan disaat mereka pulang” Orang tua tidak perlu kuatir karena selama disekolah terpantau terus kecuali sudah diluar sekolah” kata Kepsek Hendra.

Bahkan kartu diberikan secara gratis kepada siswa, namun bila hilang harus diganti sendiri oleh siswa. Mengenai angaran untuk membuat program ini besar namun tujuannya baik karena sekolahnya besar banyak guru pegawai dan siswa.” Kami optimis bisa berjalan baik kedepan” ujarnya.

Guru-guru dan Siswa Dukung

Sejumlah guru-guru, siswa, dan Staf menyatakan mendukung programn ini karena tujuannya baik.

”Kami mendukung program ini karena untuk kebaikan sekolah kedepan” kata sejumlah guru namun engan menyebutkan namanya. Begitu juga dikatakan sejumlah siswa namun engan menyebutkan namanya.

Menurut guru-guru dan siswa mereka lebih disiplin waktu masuk dan keluar sekolah. Karena kalau terlambat ada sangsi.” Kami menukung 100 persen” kata sejumlah guru dan siswa. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.