Gubernur Yulius Buktikan Kesiapan Pemprov Sulut Dukung Program Strategis Pemerintah Pusat PSEL

oleh -357 Dilihat
oleh

HSN,MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, menghadiri rapat percepatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Selasa, (31/03/2026).

Rapat ini menjadi bagian dari langkah nasional dalam mendorong solusi energi berbasis lingkungan.

Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Sejumlah pejabat strategis turut hadir, antara lain Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta kepala daerah penerima alokasi program PSEL.

Dalam pemaparannya, Gubernur YSK menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulut dari sisi infrastruktur.

Gubernur YSK menyampaikan bahwa Pemprov Sulut sudah menyiapkan lahan 10 Ha di Ilo Ilo Wori dan sudah berkoordinasi dengan 5 Kabupaten/Kota untuk supplay sampah dalam memenuhi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Dalam barahannya menko pangan menyampaikan bahwa target waktu yang diberikan untuk operasionalisasi PSEL diakhir Tahun 2027.

Ia menambahkan, kesiapan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Sulut dalam menjawab persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah.

Lanjut Gubernur, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini, terutama dalam menjamin ketersediaan bahan baku sampah secara berkelanjutan.

Menko Pangan menyampaikan, pemerintah pusat menargetkan operasionalisasi PSEL dapat dimulai pada akhir tahun 2027. Target tersebut diharapkan menjadi acuan bagi seluruh daerah agar mempercepat proses persiapan, baik dari sisi teknis maupun administratif.

Dengan kesiapan lahan dan dukungan suplai sampah yang telah terkoordinasi, Gubernur Yulius Selvanus optimistis Sulut mampu menjadi salah satu daerah yang berhasil mengimplementasikan PSEL secara optimal. (ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.